Peristiwa

Setelah Bertahun – Tahun Memikul Jeriken, Warga Sukamanah Kini Bisa Menikmati Air Bersih Dari Rumah

adminsigiku.com
×

Setelah Bertahun – Tahun Memikul Jeriken, Warga Sukamanah Kini Bisa Menikmati Air Bersih Dari Rumah

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Bertahun – tahun lamanya, musim kemarau selalu menjadi masa paling berat bagi warga Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi. Saat sumber – sumber air mulai mengering, mereka harus berjalan menyusuri perbukitan sambil memikul jeriken demi mendapatkan air untuk memasak, mandi, hingga sekadar memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari.

Melalui pembangunan sistem pipanisasi, lebih dari 800 warga atau sekitar 500 kepala keluarga di Dusun II Cibeber, meliputi Kampung Batu Sapi, Kampung Cipandawa, dan Kampung Cibeber, akhirnya dapat menikmati akses air bersih yang mengalir langsung ke lingkungan permukiman.

Bagi masyarakat, air yang kini mengalir dari jaringan pipa bukan sekadar fasilitas baru. Ia menjadi simbol berakhirnya perjuangan panjang yang selama ini menguras tenaga, waktu, bahkan kesehatan.

Selama bertahun – tahun, warga hanya mengandalkan mata air dengan debit terbatas, aliran sungai kecil, hingga air hujan yang ditampung saat musim penghujan. Ketika kemarau datang, sumber – sumber tersebut menyusut drastis sehingga banyak keluarga harus berjalan cukup jauh melewati medan berbukit untuk mendapatkan air.

Camat Cimanggu, Dusep Sadeli, mengatakan kondisi geografis wilayah menjadi tantangan utama dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat.

“Pada musim kemarau debit air menurun drastis sehingga masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Kondisi ini juga meningkatkan potensi masalah kesehatan akibat penggunaan air yang tidak bersih,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).

Keterbatasan air bersih selama ini juga meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan kesehatan lainnya. Karena itu, penyediaan infrastruktur air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) menghadirkan program penyediaan sarana air bersih melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.

Program tersebut mencakup pembangunan bak penampungan (reservoir), pemasangan jaringan pipa distribusi, sambungan ke rumah-rumah warga, serta berbagai fasilitas pendukung agar distribusi air dapat berjalan secara berkelanjutan.

General Manager PLN UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat.

“Karena itu, program pipanisasi difokuskan untuk melayani sekitar 500 kepala keluarga atau lebih dari 800 jiwa di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air,” katanya.

Menurutnya, melalui program TJSL, PLN tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Dusep Sadeli menyampaikan apresiasi atas pembangunan jaringan pipanisasi tersebut. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun mampu menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses air bersih akibat kondisi geografis.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi bergantung pada sumber air yang debitnya terus menurun setiap musim kemarau, sehingga kualitas hidup warga dapat semakin meningkat,” ungkapnya.

Bagi warga Desa Sukamanah, hadirnya jaringan pipanisasi bukan sekadar tentang air yang mengalir dari keran. Ini adalah tentang waktu yang kini bisa digunakan untuk bekerja atau berkumpul bersama keluarga, tenaga yang tak lagi habis untuk memikul jeriken, serta harapan akan kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat.

Di desa yang selama ini akrab dengan kesulitan air setiap musim kemarau, aliran air bersih yang kini mengalir ke permukiman menjadi awal dari perubahan. Sebuah infrastruktur sederhana, tetapi membawa dampak besar bagi kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan ratusan keluarga di Sukamanah.