Simpang Cikapayang Rawan Kecelakaan, Komunitas dan Pemkot Bandung Turun Langsung Edukasi Pengendara

0
14

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Tingginya angka pelanggaran lalu lintas di kawasan Simpang Cikapayang, Jalan Ir. H. Juanda (Dago), mendorong berbagai pihak turun langsung mengedukasi pengendara melalui kegiatan Simpang Sejuta Selamat, Sabtu (18/7/2026).

Program yang digagas Komunitas Edan Sepur Indonesia ini digelar bersama Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung, Satpol PP Kota Bandung, relawan, serta pelajar dari SMAN 6 Bandung, SMKN 11 Bandung, dan SMKN 12 Bandung sebagai upaya menekan angka kecelakaan di salah satu titik rawan di Kota Bandung.

Koordinator Daerah 2 Bandung Komunitas Edan Sepur Indonesia, Abdullah Putra Gandhara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan ketiga yang difokuskan di kawasan dekat perlintasan kereta api.

Menurutnya, pemilihan Simpang Cikapayang didasarkan pada tingginya intensitas lalu lintas serta laporan yang menunjukkan kawasan tersebut masih sering menjadi lokasi kecelakaan.

“Untuk kali ini kami melaksanakan di Cikapayang Dago karena berdasarkan informasi yang kami dapat dari Call Center 112, di sini cukup sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, dari kawasan ini pengendara juga akan melewati beberapa perlintasan sebidang, sehingga edukasi keselamatan menjadi sangat penting,” ujar Abdullah.

Dalam kegiatan tersebut, para relawan memberikan edukasi langsung kepada pengguna jalan mengenai pentingnya mematuhi lampu lalu lintas, berhenti di belakang zebra cross dan garis henti, menggunakan helm standar, tidak melawan arus, serta tidak memanfaatkan trotoar sebagai jalur kendaraan.

Abdullah mengungkapkan, pelanggaran seperti tidak mengenakan helm dan melawan arus masih menjadi temuan yang paling sering dijumpai di lapangan. Bahkan, saat kegiatan berlangsung sempat terjadi insiden yang nyaris berujung tabrakan akibat pengendara melanggar aturan lalu lintas.

“Kami mengimbau seluruh pengendara agar selalu tertib dan disiplin berlalu lintas kapan pun dan di mana pun, baik di persimpangan jalan maupun di pintu perlintasan sebidang. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Selain mengampanyekan budaya tertib berlalu lintas, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan layanan darurat Call Center 112 dan Public Safety Center (PSC) 119, sehingga masyarakat memahami cara melaporkan kecelakaan maupun kondisi darurat secara cepat dan gratis.

“Diharapkan masyarakat semakin memahami akses layanan darurat sehingga dapat segera melapor apabila menemukan kecelakaan maupun kondisi darurat lainnya,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat kepolisian, komunitas, dan kalangan pelajar, kegiatan Simpang Sejuta Selamat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin berlalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan di kawasan Simpang Cikapayang dan titik-titik rawan lainnya di Kota Bandung.