BNPB Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Korban Kekeringan di Bandung Barat

0

Pewarta : Herlina SC

Kab. Bandung Barat – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.

Penyaluran air bersih dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat sebagai bagian dari langkah tanggap darurat di wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian warga.

“BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter guna memenuhi kebutuhan harian warga yang terdampak kekeringan,” ujar Abdul di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurut Abdul, bencana kekeringan mulai melanda kawasan permukiman di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, sejak Selasa (28/7/2026). Menurunnya pasokan air bersih membuat ratusan warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Data BNPB mencatat sedikitnya 175 kepala keluarga (KK) atau sekitar 520 jiwa terdampak krisis air bersih.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kabupaten Bandung Barat mengerahkan mobil tangki air dengan dua ritase pengiriman langsung ke lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan agar pasokan air bersih tetap tersedia selama musim kemarau masih berlangsung.

BNPB Tingkatkan Pemantauan Wilayah Rawan Kekeringan

BNPB memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau perkembangan kondisi di Kecamatan Batujajar maupun wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan.

Pemantauan dilakukan guna memastikan distribusi bantuan air bersih berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus mengantisipasi meluasnya dampak krisis air selama musim kemarau.

BNPB juga mengimbau pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan, termasuk memperkuat pendataan wilayah terdampak dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi hingga kondisi pasokan kembali normal.