Pewarta : Fadhel
Kabupaten Sukabumi – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meresmikan empat fasilitas kesehatan berteknologi tinggi di RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/8/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 sekaligus menandai penguatan layanan kesehatan rujukan di wilayah Sukabumi.
Empat fasilitas yang diresmikan meliputi Cath Lab, Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), CT Scan 64 Slices, dan Laboratorium Mikrobiologi.
Budi mengatakan kehadiran fasilitas tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat penanganan penyakit dengan angka kematian tinggi agar masyarakat tidak harus selalu dirujuk ke kota besar.
Menurutnya, Presiden memberikan arahan agar penanganan lima kelompok penyakit utama, yakni stroke, penyakit jantung, kanker, penyakit ginjal, serta kesehatan ibu dan anak, dapat semakin banyak ditangani di tingkat kabupaten/kota.
“Pak Presiden menugaskan saya agar penanganan penyakit-penyakit ini kalau bisa selesai di tingkat kabupaten/kota. Kasihan masyarakat Sukabumi kalau harus dirujuk sampai ke Bandung atau Jakarta,” ujar Budi.
Target Tekan Rujukan hingga 90 Persen
Budi menargetkan penguatan fasilitas kesehatan daerah mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperpanjang angka harapan hidup masyarakat Indonesia.
Saat ini rata-rata angka harapan hidup nasional berada di kisaran 72 tahun. Pemerintah menargetkannya meningkat menjadi 76 tahun dan secara bertahap mendekati capaian negara-negara maju.
Dengan dukungan Cath Lab, CT Scan, dan fasilitas lainnya, Budi berharap sekitar 80-90 persen kasus medis masyarakat Sukabumi dapat ditangani di daerah tanpa harus dirujuk ke luar wilayah.
Selain fasilitas medis, ia menekankan pentingnya memperkuat sumber daya manusia kesehatan. Pemerintah daerah diminta memberi perhatian terhadap kesejahteraan dokter dan tenaga kesehatan lokal agar mereka dapat bekerja secara optimal.
“Saya meminta pemerintah daerah mengutamakan serta memperhatikan kesejahteraan para dokter dan tenaga medis asli daerah agar dapat bekerja dengan tenang dan fokus melayani pasien,” katanya.
Bupati: Warga Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah
Bupati Sukabumi Asep Japar mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dalam menghadirkan fasilitas kesehatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran peralatan medis berteknologi tinggi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memangkas kebutuhan masyarakat berobat ke luar daerah.
“Alhamdulillah atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kesehatan dan Presiden RI atas bantuan alat canggih ini. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat Kabupaten Sukabumi tidak perlu berbondong-bondong berobat ke luar daerah lagi dan bisa terlayani dengan lebih baik,” ujar Asep Japar.
12.556 Pasien Jantung, Rujukan Masih Tinggi
Direktur Utama RSUD Sekarwangi, Asep Suherman, menyebut peresmian fasilitas tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Sukabumi, khususnya dalam penanganan penyakit jantung dan kondisi kegawatdaruratan medis.
Ia mengatakan kebutuhan terhadap layanan jantung yang cepat dan komprehensif di Kabupaten Sukabumi cukup tinggi.
“Peresmian ini menjadi kado terindah bagi warga Kabupaten Sukabumi. Kebutuhan terhadap layanan jantung yang cepat dan komprehensif di daerah kita sangat nyata. Kami berharap penanganan pasien yang membutuhkan intervensi koroner kini dapat dilakukan lebih cepat dan lebih dekat,” ujarnya.
Data rekam medis RSUD Sekarwangi sepanjang 2025 menunjukkan terdapat 12.556 kunjungan pasien dengan diagnosis terkait penyakit jantung. Dari jumlah tersebut, 181 pasien meninggal dunia, sedangkan 108 pasien harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI).
Menurut Asep, keberadaan Cath Lab dan ICVCU diharapkan mampu menekan angka rujukan sekaligus memperbesar peluang keselamatan pasien.
“Dengan fasilitas Cath Lab dan ICVCU ini, tingkat rujukan ke luar daerah dapat dikurangi dan peluang keselamatan pasien dapat ditingkatkan secara signifikan,” katanya.
Cath Lab Tunggu Kelengkapan BPJS
Meski telah diresmikan, layanan Cath Lab RSUD Sekarwangi saat ini baru melayani pasien umum. Rumah sakit masih menunggu proses persetujuan akhir terkait kelengkapan layanan dari BPJS Kesehatan Pusat.
Sementara itu, layanan CT Scan 64 Slices telah beroperasi penuh dan siap digunakan masyarakat sejak hari peresmian.
Pengadaan fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kementerian Kesehatan menyediakan peralatan kesehatan utama, sedangkan Pemkab Sukabumi mendukung pembangunan gedung penunjang melalui alokasi APBD.
Dengan hadirnya fasilitas tersebut, RSUD Sekarwangi diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pusat layanan rujukan di Kabupaten Sukabumi, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di Bandung maupun Jakarta.













