Pewarta : Anis M, SE.
Koran SINAR PAGI, Depok,- Penyaluran anggaran bantuan Pemerintah untuk masyarakat Indonesia yang kena dampak Covid 19 lansung melalui Bank BRI sangat mengecewakan masyarakat yang menerima bantuan tersebut. Terutama dalam pelayanan yang kurang baik.
Contohnya antrian yang begitu panjang dan tdk teatur,dan dalam pencairan anggaran terlalu lama dan berbelit,kurangnya tenaga SDM dalam pencairan Anggaran Pemerintah buat masyarakat.
Hal tersebut dirasahkan sebagian masyarakat yang mengeluh dalam antrian tersebut.
Salah seorang sebut saja si A yang datang ke Bank BRI di komplek Maharaja Depok.
Antriannya panjang dan pada saat itu juga sudah tidak bisa ambil nomor antrian,kata satpam sudah penuh dan di batasih cuma 30 nasabah itu terjadi pada jam 10 pagi,padahal pelayananya masih tutup Bank jam 3 sore.
Langsung si A mencari Bank BRI yang lain di sekitar tempat tinggalnya ke BRI mampang Depok.
[23
Keadaanya sama sudah penuh tapi diarahkan satpam untuk membawa pulang Formolir dan di isi di rumah dan besok datang pagi pagi untuk ambil nomor antrian agar di proses duluan.
Saat si A datang besok,di suruh dari satpam yang lain bahwa di sini tidak bisa melayani pencairan dananya harus ke Bank BRI yang ada di Beji.
Ternyata sampai di Beji,ada lagi yang harus di lengkapi yaitu foto tempat usaha dan akan di survei oleh Bank BRI lagi.
Dan waktu pelayananya bisa 30 menit baru selesai. smpai diterbitnya berita ini angaran bantuan belum juga teralisasi.
Diharapkan para pejabat Bank BRI agar dapat melihat dan mengevaluasi kejadian dan masalah di lapangan, agar jangan merugikan masyarakat untuk masalah waktu dan birokrasi yang ditambah dalam kelengkapan, yang seharusnya itu tidak usah terjadi, sejatinya masyarakat dapat pelayanan yang lebih baik.
