Pewarta : Ayi Suherman
Koran SINAR PAGI, Kab Sukabumi – Seakan jadi dilema dimasa pendemi covid-19, metode belajar Daring, banyak dikeluhkan orangtua siswa, termasuk orangtua siswa sekolah dasar di Kecamatan Palabuhanratu, kabupaten Sukabumi.
Seperti diutarakan Maesaroh (39 th), diringa mengaku kesulitan menjalani proses belajar daring anaknya, karena keterbatasan biaya untuk membeli kuota internet dan juga keterbatasan perangkat (Handphone).
“Untuk biaya beli internet saya memang kesulitan, karena uang harus dibagi-bagi dengan kebutuhan lain,” keluhnya.
Bukan hanya kuota, tambahnya, Handphone juga menjadi kendala, “Anak saya dua, sementara Hp hanya satu punya kakanya, jadi harus bergantian,” sambungnya.
Keluhan warga ini menjadi motovasi tersendiri bagi Polres Sukabumi untuk mencarikan solusi, dengan memberikan fasilitas terhadap siswa yang memiliki keterbatasan untuk melaksanakan daring.
Melalui Lantas Tangguh, Polres Sukabumi memfasilitasi sejumlah siswa untuk belajar daring yang bertempat di Satpas Polres Sukabumi, Kamis (11/2/2021).
“Ini adalah wujud aplikasi Polres Sukabumi dalam hal ini Satlantas Polres Sukabumi dalam mengimplementasikan program 100 hari Kapolri yaitu mengedepankan pelayanan publik kepada masyarakat,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP M Lukman Syarif.
Dikatakan, saat ini ada siswa yang tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan daring karena tidak memiliki kuota internet dan tidak memiliki gadget untuk melaksanakan kegiatan daring.
“Satlantas Polres Sukabumi membuat satu inovasi dengan tema Lantas Tangguh berupa layanan zoom meeting gratis dengan perangkatnya beserta wifi gratis,” terangnya.
Lanjut Lukman, siapapun diperbolehkan melalukan kegiatan belajar daring yang difasilitasi pihaknya, namun, tetap mematuhi protokol kesehatan, “Kegiatan ini adalah wujud kecintaan Polri kepada masyarakat,” tandasnya.
