Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Kepala SMA Penggerak)
Satu buku khusus Saya buat untuk Nadiem Makarim setelah Ia diangkat jadi Menteri Pendidikan. Ia benar-benar “anak ajaib” dari entitas kaum milenial. Ia satu-satunya Menteri yang paling muda. Menteri Pendidikan termuda sepanjang sejarah NKRI. Ia benar-benar “anak ajaib” mampu didaulat menjadi Menteri pendidikan, Menteri paling seksi.
Nadiem bukanlah seorang yang sempurna dan sangat mengerti terkait dunia pendidikan. Namun Ia adalah seorang yang dipercaya dan tidak terkena reshuffle, malah dapat “dua kementerian” dikbud dan ristek. Ini satu diantara Menteri yang selalu mendapatkan gosip, buli dan serangan pihak tertentu.
Menjadi Menteri pendidikan adalah menjadi “raja kecil” di entitas Menteri. Popularitas Menteri pendidikan sangatlah wow dibanding Menteri yang lainnya. Nadiem terus melakukan inovasi dan upaya-upaya maksimal dalam kementerian pendidikan. Tentu masih banyak hal yang belum sempurna. Faktanya tidak ada Menteri yang sempurna dalam sejarah NKRI.
Nadiem terus melejit menjadi menteri paling muda dan menentukan masa depan bangsa. Ditangan Menteri pendidikan setidaknya 80 juta anak ikut ditentukan nasibnya oleh tangan dingin Nadiem. Jutaan guru, ratusan ribu sekolah di 514 kota kabupaten berada dalam kebijakannya. Nadiem benar-benar seorang Menteri yang sangat menentukan masa depan bangsa.
Hal yang beda dari Nadiem dengan Menteri yang lain adalah Ia seorang konglomerat. Ia termasuk yang mungkin tak butuh uang dan fasilitas negara. Ia hanya butuh sebuah lompatan, inovasi dan perbaikan dimensi pendidikan. Ia menolak ditawari menjadi Menteri bidang lain dan Ia hanya tertarik menjadi Menteri pendidikan.
Mengapa Ia menolak ? Ia mungkin “gatel” ingin mengubah Indonesia lebih baik. Jalannya hanya dengan jalur perbaikan dunia pendidikan. Ditengah tidak mudahnya membangun dimensi pendidikan, makin sulit dengan hadirnya wabah corona. Sejumlah kritik, bahkan nada buli dialamatkan pada Nadiem.
Tahun ini Nadiem Sang Menteri Pendidikan Kebudayaan Ristek berusia 37 tahun. Ia lahir pada 4 Juli tahun 1984. Kemudaannya menjadi kelebihan dan kekurangannya. Selamat ulang tahun Nadiem Makrim duta Menteri milenial. Titip “rindu” dari sejumlah guru honorer yang sudah lama mengabdi dan berusia tua agar diafirmasi menjadi ASN.
Apa yang pernah dilontarkan Nadiem Makarim terkait akan merekut ASN sejumlah 1 juta lebih masih belum terbukti. Di ulang tahun yang ke 37 semoga ikhtiar memartabatkan entitas guru honorer lebih baik. Semuda, secakep dan sekaya apa pun seorang Menteri pendidikan bila nasib guru honorer tidak lebih baik, maka sejarah akan menganggapnya “bermasalah”.
Menteri pendidikan yang tidak afirmatif dan abai pada nasib martabat entitas guru honorer dianggap bermasalah. Semoga Nadiem menjadi Menteri pendidikan terbaik dan prestatif. Ayo angkat para guru honorer yang sudah lama mengabdi dan menua menjadi ASN. Utamakan mereka yang berusia tua dan sudah lama mengabdi.











