Ragam

Festival Kopi Sumedang Kembali Digelar, Ada Kopi Gratis Buat Pengunjung

adminsigiku.com
×

Festival Kopi Sumedang Kembali Digelar, Ada Kopi Gratis Buat Pengunjung

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Jeky

Kabupaten Sumedang – Setelah sempat terhenti karena pandemi Covid-19 yang marak di tahun 2020 kini acara Festival Kopi Sumedang akan kembali digelar. Adapun pelaksanaannya akan diihelat selama dua hari yaitu tanggal 25 dan 26 Oktober ini.

“Ini merupakan festival kopi yang ke tiga, mestinya acara ini di gelar pada tahun.2020 lalu. Namun karena muncaknya pandemi Covid-19 maka baru terlaksana tahun 2021 ini”, ujar Ketua Pelaksana Festival Kopi Sumedang ke empat, Rauf Nuryama, yang juga Sekjen FUDIKI pada koransinarpagijuara.com, di IPP, Rabu, (6/9/21).

Diungkapkan dia, tempat kegiatan festival kali ini bertempat di Kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Sumedang, dan sejumlah peserta dan juga para penikmat kopi siap memeriahkan acara tahunan ini.

“Dari mulai petani kopi Sumedang, pedagang, prosesor, dan penyaji kopi seduh Sumedang akan meramaikan acara ini”, terang Rauf.

Sementara untuk acara diungkapkan dia, akan diisi oleh kegiatan, pameran kopi, juga kopi gratis untuk pengunjung, seminar tentang kopi, workshop antar pengusaha kopi. Petani hingga pedagang dan seduh (barista) Sumedang, sharing session dari barista sertified asean dengan barista Sumedang.

Selain itu kata nya, juga ada temu bisnis dengan buyer baik dari dalam negeri maupun utusan dari negara sahabat, serta akan digelar nya Musyawarah ke satu Perhimpunan Komunitas Kopi Sumedang.

“Untuk hiburan dan pertandingan sementara kali ini ditiadakan”, tandas nya.

Rauf berharap, Kopi Sumedang kedepan dapat memberikan kesejahteraan kepada pelaku Kopi Sumedang mulai dari buruh tani kopi, petani hingga penyeduh kopi.

“Kopi Sumedang merupakan tambang emas yang mesti digali, diolah dan dijual dalam bentuk barang jadi sehingga memiliki added value yang baik untuk kesejahteraan pelaku Kopi Sumedang”, tandas nya.

Tidak ada larangan menjual kopi dari kebun, namun, harap dia, jika bisa diolah lebih baik di Sumedang dan mendapatkan nilai lebih, kenapa harus jual bahan baku,

“Kali ini kita khusus nya para petani, pengusaha, dan pemerhati kopi harus ada upaya lebih kongkrit agar kopi mempunyai nilai lebih yang akan terasa manfaat nya buat semua kalangan hingga bisa menghasilkan kesejahteraan (melalui) kopi  yang sangat berpotensi di Kabupaten Sumedang ini”, pungkas nya.