Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Taman Kanak-Kanak Terpadu Pelita Bunda yang didirikan oleh Yayasan Ash-Habul Yamin, SK Pendirian Sekolah : 421.1/4126-DISDIKBUD/2015, NPSN : 69928644, beralamat di Jl. Anyelir No. 11 Rt. 11 / 18 Komplek Graha Rancamanyar, Baleendah Kab. Bandung. Semakin diminati masyarakat setempat hingga saat ini jumlah lulusannya mencapai 380 siswa.
Kepala Taman Kanak-Kanak Terpadu Pelita Bunda, Ani Budiani S.H, S.Pd.Aud menyampaikan sebelum pendirian Taman Kanak-Kanak, dahulunya hanya tempat kursus dan pengajian baca tulis anak-anak. Lalu banyak masyarakat sekitar yang menyarankan untuk mendirikan taman kanak-kanak. Sehingga terbentuklah tempat belajar bagi anak-anak dengan memanfaatkan rumah berukuran tipe 36 ini. Jelasnya saat ditemui media cetak dan online Koran SINAR PAGI di ruang kerjanya bersama guru-guru muda yang bertugas mengajar berpakaian olah raga (4/11/2021)
Ani mengungkapkan saat ini sudah mulai belajar tatap muka dengan protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan dan yang lainnya. Sebelum pelaksanaannya, pihak guru-guru sudah berkomunikasi untuk mendapatkan ijin dari satgas covid19 wilayah setempat, kordinasi dengan pengawas dari dinas dan ijin dari orang tua masing-masing.
Pada bulan ini pembelajaran sudah mulai normal kembali, sebelumnya anak-anak belajar tidak seperti biasanya. Karena kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran daring kombinasi luring.
Menurut Ani, tempat belajar yang dipimpinnya memiliki banyak program unggulan yang menjadi daya tarik masyarakat menitipkan anak-anaknya di sini. Mulai dari baca tulis, kepedulian lingkungan alam, berbagi dengan sesama bakti sosial, olah raga, belajar bahasa inggris dan semuanya berdasarkan kurikulum 13, dikemas sebaik-baiknya oleh guru-gurunya agar anak-anak tetap ceria dalam proses belajarnya dan menikmati masa-masa bermain dengan yang seusianya.
Saat ditanya tentang beban oprasional menyelenggarakan lembaga pendidikan, sumbernya dari mana? … Ani menjawab sumber dananya dari bantuan pemerintah, sumbangan orang tua dan donatur. Terus perihal perluasan fasilitas bagi mereka belajar, kami kerja sama dengan pengelola fasilitas umum dan sosial yang ada di sekitar komplek. Agar semua proses dan ruang belajarnya lebih luas dan maksimal.
Kalau dari data yang ada, siswanya terdiri dari anak yatim dan anak dari keluarga yang menengah atas. Kalau yang anak yatim itu diprioritaskan untuk mendapatkan dana dari donatur, kita sampaikan profosal kerjasama pendidikan bagi mereka ke donatur-donaturnya dan hingga saat ini semuanya berjalan lancar.
Ani juga mengungkapkan sejak berdiri hingga saat ini. Semakin banyak lembaga-lembaga pemerintahan atau sosial lainnya yang menjadi mitra kerja mengunjungi langsung taman kanak-kanak untuk melaksanakan kegiatan bersama.
Kalau bercerita dari awal sampai capaian saat ini. Semuanya memang harus dilandasi dengan niat mengabdi dan hobi didukung dengan keahlian untuk memenejmennya. Saya ini dulunya lulusan sarjana hukum pidana, sempat belajar lalu mendapatkan sertifikat bahasa inggris dan kuliah lagi jurusan pendidikan anak usia dini. Sempat mengajar bagi warga negara asing yang masuk ke Indonesia. Namun akhirnya fokus untuk memilih mengelola taman kanak-kanak dan lembaga kursus di daerah lain.












