Pewarta : Herlina SC
Kabupaten Bandung Barat – Dalam rangka menyambut Hari Kartini tanggal 21 April 2022 mendatang, warga RW 07 Kelurahan Citeureup, Kecamatan, Cimahi Utara, Kota Cimahi menyelenggarakan Lomba Senam Kreasi Tari Maumere atau Gemu Fa Mire dengan mengusung tema “Lestarikan Tarian Nusantara” yang diprakarsai oleh salah satu tokoh masyarakat diwilayah tersebut.
Masing – masing RT, mulai dari RT.01 hingga RT.07 mengirimkan 5 orang perwakilannya untuk mengikuti lomba tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan secara sederhana namun berlangsung cukup meriah tersebut disaksikan oleh ratusan orang penonton mulai dari anak – anak hingga lansia, yang tak henti memberikan support kepada perwakilannya masing – masing.
Gerakan unik senam kreasi yang ditampilkan para peserta dengan diiringi music khas lagu Maumere, membuat suasana semakin seru, teriakan dan tepuk tangan penonton pun kian menambah semarak suasana lomba.

Foto bersama seluruh Juara ke I, II, dan III, bersama 4 juri dan Ketua Karang Taruna RW07 Kun-Kun Nugraha
Ladies Motekar, yang merupakan kandidat perwakilan dari RT.01 menjadi bintang dalam lomba tersebut dengan tampilan kostum uniknya, yang memadukan kostum tarian Belly Dance Timur Tengah Arabian dan hiasan kepala khas Maumere, yakni ikat kepala berhiaskan Bulu Ayam warna – warni.
Kekompakan dan keluwesan gerakan tariannya membuat ratusan pasang mata memandang takjub saat tim ini beraksi.
Dengan penampilannya yang menawan, tim RT.01 yang diwakili oleh Ladies Motekar ini dinominasikan banyak orang bakal keluar sebagai Juara I, hal tersebut didukung dengan raihan nilai yang sangat fantastis, namun karena ada kesalahan tehnis dari operator kepanitiaan, akhirnya Ladies Motekar harus puas meraih predikat Juara II.
Walaupun memendam rasa kecewa yang mendalam, Team Ladies Motekar tetap legowo menerima Keputusan Juri tersebut.
Menurut salah satu panitia yang juga menjabat sebagai Ketua RT.06, Aziz Muslih, Kelurahan Citeureup memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan dengan konsep pemberdayaan masyarakat, salah satunya adalah olah raga senam bersama.
“Saat ini sudah banyak bermunculan aktivitas senam bersama yang rutin dilakukan ibu – ibu RW.07, baik dilakukan di tanah lapang terbuka ataupun didalam sanggar, bahkan beberapa sanggar senam sudah banyak yang dibuka untuk umum,” ujarnya, Sabtu (26/03/2022).
Dikatakan, sanggar senam di Kelurahan Citeureup setidaknya dapat terus dimotivasi agar mampu memberikan kontribusi positif terhadap warga masyarakatnya terutama olah raga senam yang didominasi oleh kalangan wanita, tambahnya.
Diwaktu yang sama, Ketua Rw.07, Dadan Komara menyebut olah raga Senam akhir – akhir ini berkembang dengan pesat, “Hampir di setiap kelurahan, kecamatan yang ada di Kota Cimahi sudah banyak berdiri komunitas olah raga senam, seperti Senam Aerobick, Senam Zumba, Senam Jantung Sehat, Senam Kreasi dan Senam Lansia,” tutur Dadan.
Dia berharap dengan diadakannya lomba seperti ini dapat mempertahankan eksistensi sekaligus mengembangkan Sangar Senam dan Komunitas Senam itu sendiri.
“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena tarian atau senam kreasi ini kreatif dan konstruktif serta menumbuhkan intensitas emosional. Senam Kreasi ini dapat dijadikan aktivitas rekreasi, terapi, juga dapat menjadi alat ekspresi dan laku estetis, inilah nilainya bagi anak,” ujar Dadan Komara.
Sementara Nofirmansyah Nazwar salah satu instruktur senam ternama di Kota Cimahi menjelaskan, Tari Maumere atau Gemu Fa Mire merupakan tarian kreasi baru sejenis Poco-poco yang bisa dibawakan sebagai tarian atau juga olah tubuh (senam).
Disebutkan, ciri Tarian Gemu Fa Mire adalah hentakan kaki dengan ritme yang sesuai irama lagu. “Tari Maumere pun menjadi populer di tingkat nasional. Gerakan tarinya lalu berubah menjadi gerakan senam irama dengan berbagai variasi dan lebih dikenal sebagai senam Maumere,” ungkapnya.













