Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)
Sungguh menarik apa yang dikatakan Dr. H. Ade Nurhudaya sebagai Korwas SMA KCD Wil 1. Beliau adalah “begawan pendidikan” yang kini menjadi korwas SMA KCD Wil 1 Kab. Bogor. Saat refleksi pasca monev untuk 5 sekolah, Ia mengatakan “Dulu sekolah A, semi anti untuk bersekolah di SMAN 1 Parungpanjang”.
Lebih menarik, pernyataan Dr. H. Ade Nurhudaya ditanggapi Hj. Ratu Nurul Ulfah, M.Pd. dengan mengatakan, “Bukan semi anti tetapi anti untuk bersekolah di SMAN 1 Parungpanjang”. Ini menjadi menarik menyelami masa lalu SMAN 1 Parungpanjang yang tidak dianggap atau dianggap tidak ada, oleh salah satu SLTP terbaik di daerahnya.
Kini apa yang terjadi ? Dunia tak selamanya berada dalam satu keadaan yang sama. Kini SMAN 1 Parungpanjang malah kelebihan pendaftar. Bahkan sekolah A yang awalnya anti bersekolah di SMAN 1 Parungpanjang, kini deg – degan, galau berat, takut tidak diterima saat PPDB pada bulan yang lalu.
Bahkan siswa terbaiknya yang pernah menjadi Ketua OSIS di sekolah A, kini masuk di SMAN 1 Parungpanjang. Sekolah A adalah sekolah SLTP terbaik di Kecamatan Parungpanjang.
Berkah bagi SMAN 1 Parungpanjang karena anak-anak terbaik dari SLTP A kini bersekolah di sekolah yang doeloe dianggap terbelakang dan anti untuk memasukinya.
Sebagai kepala sekolah di SMAN 1 Parungpanjang, dengan bahasa lebay, Saya katakan kepada forum yang dihadiri 5 sekolah dan satu Korwas SMA dengan kata, “Dulu Anti, Kini Antri”. Sebuah ungkapan lebay tapi menjelaskan adanya peningkatan signifikan dari sekolah A yang awalnya tak mau mendaftar di SMAN 1 Parungpanjang, malah kini mulai antri.
DMAN 1 Parungpanjang kini beda. Beda dalam artian berusaha menjadi yang terbaik dengan segala keterbatasannya. Diantara ikhtiar SMAN 1 Parungpanjang adalah dengan lolosnya sebagai sekolah penggerak angkatan pertama. Plus diantara satu – satunya sekolah SLTA di Indonesia yang diendorse oleh Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dalam sebuah video khusus.
Fakta sejarah masa lalu SMAN 1 Parungpanjang dianggap sekolah terbelakang, terluar dan dihindari GTK dan anak didik. Kini ? Mulai ditaksir. Anak didik saat PPDB antri. Anak didik mulai banyak yang mutasi. Guru-guru mulai banyak yang melamar. Itulah realitas dinamika SMAN 1 Parungpanjang, unik, menggelitik dan antik.













