Pewarta : Roy P
Kota Ambon – Konflik antara Desa Ohoider Tutu dengan Ohoiren yang terjadi baru – baru ini di Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Marla) yang terbilang begitu besar, hingga menyebabkan satu nyawa melayang dan puluhan lainnya terluka bahkan sebagai besar rumah penduduk terbakar, akibatnya banyak warga yang terpaksa mengungsi ke tempat yang aman.
Kondisi ini tentu memicu rasa empati dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk para anggota DPRD Propinsi Maluku.
Namun berkat kesigapan Walikota Malra, M Taher Hanubun mengomandoi jajarannya dalam mengatasi konflik tersebut, permasalahan warga tersebut dapat teratasi dengan cepat.
“Semua masalah bisa terselesaikan dengan baik, hanya jika ada pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan hati nurani,” ujar Bupati Maluku Tenggara (Malra), M Taher Hanubun, Rabu (03/08/2022), usai memberikan solusi penyelesaian konflik antara ke dua kampung yang bertikai di Gedung DPRD Propinsi Maluku.
“Begitu terjadi konflik besar, ketika harus menyelesaikannya dengan hati yang tulus tidak boleh berpihak kepada salah satu pihak,” imbuhnya.
Ia mengaku terinspirasi oleh salah satu lagu rohani yang liriknya, Hidup ini adalah kesempatan, jangan kita sia-siakan hidup ini, mari kita maksimalkan hidup ini untuk orang lain, terutama rakyat kita maka pasti segala sesuatu akan bisa.
“Itu lirik lagu yang jadi inspirasi saya melakukan penanganan konflik di Malra,” ujar Hanubun.
Lebih lanjut Hanubun menjelaskan, tidak perlu marah kepada orang lain dalam situasi apapun, tapi sebaiknya kita hidup dengan kasih kepada masyarakat, “Dasar saya mencintai mereka, karena mereka adalah rakyat dan sudara – sudara kita sendiri,” ucapnya.
Menurutnya, rakyat Maluku yang ada di Kabupaten Malra perlu mendapat kepedulian dari Pemerintah Provinsi Maluku.
“Kami yakin Bapak Gubernur Maluku pasti sangat peduli terhadap kejadian yang ada, terkait bantuan kita akan buat laporannya nanti,” ujar Hanubun.
Ia meminta Gubernur Maluku menyampaikan keadaan di Malra paska konflik ke Pemerintah Pusat di Jakarta, tetapi lanjutnya, jika Gubernur Maluku bisa mengatasi, pihaknya mengaku sangat bersyukur.
“Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Provinsi Maluku menyetujui semua laporan konflik yang ada di Malra, nantinya dimasukkan dalam anggaran perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022, kami sangat berterima kasih atas semua perjuangan yang ada dalam menjawab semua masalah yang terjadi,” tutupnya.













