Pewarta : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Masyarakat yang berada di jalur sepanjang Kp.Cukang Kawung hingga perbatasan Puskesmas Urug Kelurahan Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, kini merasa lega. Bahkan mendapat tanggapan positif baik Warga maupun para pengguna jalan yang melalui disepanjang jalur Urug.
Pasalnya, kekhawatiran mereka yang dipendam sejak lama takut musibah pohon pohon tumbang dan rubuh mengenai rumah warga hingga para pengguna jalan yang melintas di jalur tadi, kini mulai tak perlu cemas lagi.
Pihak Perhutani setempat yang didukung oleh warga serta tokoh masyarakat di Kelurahan Urug, termasuk dukungan dari LMDH Sarongge (Lembaga Masyarakat Disekitar Hutan) Kelurahan Urug, sejak 22 Nopember 2022 lalu sedang memilah milih pohon pohon besar jenis Mahoni yang diperkirakan akan mengancam keselamatan warga sekitar termasuk para pengguna kendaraan yang melintas di jalur tadi, untuk dilakukan penebangan pohon pohon dibibir jalan.
“Kegiatan yang dilakukan oleh Perhutani dalam penebangan pohon pohon ini sudah resmi dan mendapat dukungan serta rekomendasi dari pihak Muspika setempat termasuk instansi terkait seperti BPBD dan Lingkungan Hidup, ” terang Ateng petugas Perhutani diwilayah Urug kepada Koran Sinar Pagi, Sabtu (10/12/2022) pagi tadi sembilan memperlihatkan Surat Perintah Kerja resmi dari dinas terkait.
Menurut Ateng, dalam penebangan beberapa pohon disepanjang jalur ini, pihaknya tidak gegabah tapi dilakukan secara hati hati, mengingat jalur ini cukup ramai dilalui kendaran roda empat dan roda dua. Apalagi pohon pohon tua yang sudah berumur 60 tahun lebih perlu kehati hatian dalam penerbangannya.
“Dalam sehari ada sekitar dua pohon yang ditebang, dan para penebang pohon ini dilakukan oleh para ahlinya agar penebangan bisa berjalan lancar tidak mebahayakan pengguna jalan yang melintas. Bahkan warga sekitar ikut dilibatkan dalam penebangan pohon pohon tersebut, mudah mudahan akhir Desember ini tuntas,” katanya.
Sampai hari ini ada sekitar 89 pohon mahoni yang sudah ditebang. Dan pohon pohon yang sudah ditebang diamankan serta disimpan di Tempat Penyimpanan Kayu (TPK) Perhutani Urug, imbuhnya.
Sementara itu Ketua LMDH Sarongge Kelurahan Urug, Dedi Sudiman kepada wartawan mengaku berterima kasih kepada pihak Perhutani yang telah mendengar keluhan serta aspirasi warga Urug khususnya warga yang berada disepanjang jalur pohon pohon yang ditebang.
“Sebetulnya sejak tahun 2004 silam warga mengusulkan penebangan pohon yang akan mengancam keselamatan warga ini untuk ditebang, namun baru terealisasi pada akhir tahun ini. Mudah mudahan warga sekitar termasuk para pengguna jalan dijalur ini, kini sudah tidak cemas dan was was lagi jika melintas,” ungkap Dedi kepada wartawan.
Kitapun sebetulnya memahami, masih kata Dedi, jika pohon pohon yang berada dikawasan hutan bibit (APB) ini merupakan salah satu hutan kota terbaik di kawasan Asia Tenggara yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya. Apalagi Hutan URUG ini merupakan sumber oksigen yang paling dibutuhkan untuk seluruh warga Kota Tasikmalaya dan sebagian warga Kabupaten Tasikmalaya.
Heri, warga RT.04 RW 05 Kp.Cukang Kawung Kelurahan Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya kini mengaku lega, karena rumah dan kiosnya yang kebetulan berada dipinggir jalan yang tepat dengan posisi pohon pohon besar sekarang sudah tidak cemas lagi.
“Alhamdulilah sekarang kami bersama keluarga bisa tenang dan tidak takut lagi kalau misalkan ada hujan dan angin kencang. Soalnya khawatir roboh pohon pohon disebrang jalan menimpa rumah kami. Hatur nuhun pemerintah dan perhutani,” ucap Heri kepada wartawan.













