OPINI/Artikel

Ribuan Hektar Sawah Di Kab.Bandung Terancam Kekeringan

adminsigiku.com
×

Ribuan Hektar Sawah Di Kab.Bandung Terancam Kekeringan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Heni Ruslaeni (Ibu Rumah Tangga)

Ribuan sawah di Kabupaten Bandung rawan kekeringan akibat kemarau panjang,ini juga dampak fenomena El Nino yang terjadi di Indinesia yaitu Fenomena alam ketika iklim menjadi lebih panas dari periode biasanya,yang menyebabkan kemarau panjang karena curah hujan menurun. (Soreang.AyoBandung.com)

Menurunnya curah hujan dalam jangka panjang tentu akan berpengaruh pada pasokan air,dan membawa dampak buruk pada masyarakat,karena air merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat,terutama di bidang pertanian yang notabe nya air merupakan sumber utamanya.kalau pasokan air berkurang tentu berdampak buruk pada sawah,kebun,ladang yaitu menurunnya hasil pane, dan kwalitas hasil panenpun kurang baik.Begitupun dengan masyarakat pada umumnya kekurangan air bersih akan berdampak pada kesehatan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendasah mengatakan,area pertanian yang rawan kekeringan merupakan sawah penghasil padi.Sawah ini biasanya hanya digunakan untuk menanam padi satu atau dua musim setiap tahunnya.Jika ditotalkan sawah yang rawan kekeringan saat kemarau panjang dan fenomena El Nino saat ini ada sekitar 2.162 hektar.

Biasanya,saat musim kemarau seperti saat ini, petani sudah memiliki cara sendiri dalam menangani lahan pertaniannya.Sawah yang biasanya ditanami oleh padi,saat musim kemarau ditanami oleh palawija yang tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak,Sehingga lahan masih bisa produktif menghasilkan produk pertanian.

Sementara,sawah yang memasuki masa panen,di beberapa tempat,menggunakan pompa untuk proses pengairan dari sungai-sungai terdekat yang masih memiliki debit air.

Ningning juga mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar rumput.Hal ini untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang akan merugikan banyak pihak.Dengan kondisi ini,Ningning berharap agar petani lebih bijak dalam menggunakan air untuk area pertanian.

Dampak dari kekeringan juga akhirnya menambah beban masyarakat karena pemerintah hanya memberikan himbauan untuk antisipasi dampak kekeringan,pada akhirnya masyarakat mencari solusi sendiri dengan membeli air pada pihak lain.

Padahal dalam islam air salahsatu kepemilikan umum,selain air juga yang menjadi kepemilikan umum adalah padang rumput,dan api ( gas bumi,BBM,barang tambang dll).Dan kepemilikan umum ini tidak boleh diperjual belikan,air salah satunya tidak boleh di perjual belikan,Negaralah yang harus mengelola bukan oleh individu atau swasta,Negara wajib dan harus mengelola sebaik mungkin sehingga ketika menghadapi iklim seperti sekarang ini masalah masyarakat bisa teratasi cepat dan tepat,masyarakat tidak terbani dan merugi,masyarakat bisa menikmati air secara merata dan gratis.Sawah ladang tetap subur,hasil panen terus meningkat.

Dan Islampun merupakan solusi setiap permasalahan yang ada dalam kehidupan ini,buktinya sudah jelas selama 14 abad islam memimpin,masyarakatnya adil,sejahtera,danaman sentosa.Islam memanusiakan manusia, karena islam adalah rahmat bagi seluruh alam,seorangpemimpin dalam islam adalah pengurus masyarakat,yang segala tindakannya akan dipertanggung jawabkan di dunia dan di akherat .Wallahu’alam bishawab.