Pewarta: Rizki Vicky EPSA
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Warga Cijengkol di Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, telah memberikan bukti konkrit akan kemampuan mereka untuk merubah stigma negatif menjadi suatu wadah seni dan kemajuan ekonomi melalui pembentukan ‘Cijengkol Culture Center’.(14/10)
Inisiatif luar biasa ini bertujuan untuk mendukung UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) lokal serta mempromosikan seni dan budaya di wilayah tersebut.Cijengkol, yang dulunya sering diidentikkan dengan citra yang gelap dan minim peluang ekonomi, kini menjadi tempat yang penuh semangat dan kreativitas berkat langkah-langkah yang diambil oleh para warganya.
“Saya Sebagai Radya Anom dan di dampingi oleh Mantri Dalam Karaton Sumedang Larang Rd.Brian AB Soemawilaga menjadi Saksi bahwa Cijengkol Culture Center adalah bukti konkrit dari semangat perubahan yang telah diimplementasikan dalam mewujudkan dan membantu moto Pemerintah Daerah Sumedang yaitu Sumedang Beyond Simpati, dalam kesempatan ini saya mengapresiasi dengan adanya Cijengkol Culture Center semoga menjadi inovasi untuk desa lainya dalam konteks Seni dan UMKM.” Kata Yang Mulia Rd.Luky Djohari Soemawilaga Sebagai Radya Anom Karaton Sumedang Larang,Saat Wawancara Eksklusif, kepada Koransinarpagijuara.com,Sabtu(14/10/23).
Cijengkol Culture Centre, yang akan menjadi pusat kegiatan budaya dan seni, juga akan memainkan peran penting dalam mendukung pelaku UMKM lokal. “Ini akan menjadi tempat bagi pengusaha lokal untuk mempromosikan dan menjual produk-produk mereka, membuka peluang untuk pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.” Jelasnya
Warga Cijengkol berharap bahwa inisiatif ini akan membantu mengubah persepsi negatif yang melekat pada wilayah mereka dan membuktikan bahwa dengan kerja keras, kolaborasi, dan semangat kebersamaan, perubahan positif dapat dicapai.
“Dengan adanya Cijengkol Culture Center, dan dikunjungi Radya Anom Karaton Sumedang Larang alhamdulillah bisa terwujud apa yang sudah lama di konsep sejak lama karena ingin menghilangkan persepsi negatif ditempat ini yang dikenal karena gelap. Ditambah konseptor atau penggagas ide oleh Bapak Deden Absurd bisa bersinergitas baik di desa ini dan mengangkat nama baik di wilayah ini semoga semakin maju untuk Dusun Cijengkol dan lebih diperhatikan oleh pemerintah setempat.” Tutur Hj. Yati Sumiati sebagai Ketua CJCC(Cijengkol Culture Center)
Lebih lanjut, Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Berharap, “Cijengkol Culture Center adalah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana masyarakat lokal dapat memanfaatkan potensi mereka untuk menciptakan perubahan yang positif, tidak hanya dalam konteks ekonomi, tetapi juga dalam melestarikan budaya dan seni mereka sendiri.” Tutupnya*****













