Oleh : Sri M Awaliyah (Guru SD di Kab. Bandung)
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung akan mengerahkan 5000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menonton piala dunia U-17 di stadion Si Jalak Harupat. Merekapun tengah membahas rencana memberikan tiket gratis kepada pelajar agar dapat menonton piala dunia U-17. Kepala Disdik Kabupaten Bandung mengatakan, kewajiban semua instansi di lingkungan pemerintah Kabupaten Bandung untuk ikut memeriahkan piala dunia U-17, termasuk salah satunya instansi Disdik Kabupaten Bandung. (rejabar.republika.co.id)
Fakta ini semakin menegaskan bahwa penguasa di sistem kapitalis demokratis menghasilkan pemerintahan yang tidak pro rakyat yang penting kepentingan sendiri dan golongan yang didahulukan. Serta tidak peduli terhadap situasi dan kondisi pegawai pemerintahan itu sendiri. Mereka mewajibkan dan mengerahkan ribuan pegawainya hanya untuk memeriahkan perhelatan sepakbola yang notabene unfaedah di sela – sela negara yang masih mempunyai masalah-masalah yang kompleks dan semrawut juga urgent untuk segera di atasi.
Sehingga keberadaan penguasa dalam demokrasi kapitalis melahirkan ketimpangan yang ekstrem, membelokan peran negara sebagai pelindung dan pengontrol rakyat menjadi institusi pembuat kebijakan yang rusak, seperti mengerahkan ASN untuk membeli tiket piala dunia U-17, memberikan tiket gratis untuk pasangan kekasih ataupun bentuk give apabila netizen jawabannya paling romantis. Penguasa menjadi regulator kebijakan-kebijakan yang rusak, penguasa membiarkan kondisi buruk ini terjadi karena penguasa abai terhadap tanggung jawabnya, juga abai terhadap rakyat serta lupa kalau kepemimpinannya akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Alloh SWT.
Kondisi seperti ini tidak mengherankan terjadi di negara yang mengadopsi pemahaman kapitalis demokratis menyebarkan kerusakan dalam kehidupan masyarakat, sirnanya amar makruf nahi mungkar. Penguasa alih – alih menerapkan Islam ia justru menebarkan fahsya ditengah kehidupan masyarakat.
Namun berbeda bila penguasa menerapkan sistem Islam sebuah sistem kehidupan secara sempurna. Islam benar-benar akan menjadi rahmatan Lil Al-Amin. Menebarkan kebaikan bagi seluruh umat diseluruh dunia. Bukan hanya untuk umat Islam namun untuk semua umat manusia yang tersentuh risalah Ilahi tersebut.
Realitas sejarah telah membuktikan hal demikian. Lebih dari seribu tahun, peradaban Islam sejak Rasulullah SAW di Madinah hingga keruntuhan Khilafah Islamiyyah di Turki sebagai institusi negara adalah bukti historis empiris yang diakui oleh semua kalangan, baik sejarahwan muslim maupun non muslim.
Tidak akan dirasakan secara sempurna Islam sebagai rahmatan Lil Al-Amin jika seluruh hukum-hukumnya tidak diterapkan secara operasional dalam kehidupan.
Barat yang terus menerus melakukan berbagai upaya menjauhkan nilai-nilai Islam dalam benak kaum muslim harus melawan dengan cara menjelaskan dan mendakwahkan hakikat Islam yang sebenarnya. Itulah Islam kaffah, ideologis dan politis sebagai solusi atas berbagai persoalan kehidupan.
Wallahu a’lam bish-shawab.











