Pewarta : Heri Kusnadi
Kab. Ogan Ilir — Dalam rangka memperingati Hari Besar Islam Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, SMA Negeri 1 Rambang Kuang menggelar kegiatan keagamaan yang berlangsung di gedung sekolah SMAN 1 Rambang Kuang, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dengan menghadirkan penceramah Ustadzah Siti Rahmatin, S.Pd.I. Acara berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai bagian dari pembinaan karakter dan spiritual peserta didik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Marsyah dan Duwi, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Maza dan Mardaisyah.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mursalin, S.HI, serta sambutan Kepala SMAN 1 Rambang Kuang Eko Didik Sukardiyanto, S.Pd, yang diwakili oleh Marwan Nasution, S.Kom.
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Siti Rahmatin, S.Pd.I menyampaikan hikmah perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, khususnya nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan.
Ia menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menuntut ilmu dan membentuk karakter generasi muda.
Sementara itu, mewakili Kepala Sekolah SMAN 1 Rambang Kuang, Koordinator Tim Pengembang Mutu Pendidikan, Lega R Pailisuf, S.Pd, menyampaikan bahwa saat ini SMAN 1 Rambang Kuang memiliki sekitar 81 siswa dan pada tahun 2025 telah menerima bantuan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, termasuk pembangunan gedung kantor sekolah.
“Dengan adanya gedung dan sarana prasarana yang baru, kami berharap minat belajar siswa semakin meningkat. Seperti peringatan Isra Mikraj hari ini, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga berharap pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran mendatang, khususnya pada bulan Juni 2026, jumlah siswa SMAN 1 Rambang Kuang dapat mengalami peningkatan.
Meski sarana dan prasarana sekolah saat ini tergolong cukup lengkap, pihak sekolah masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Salah satunya adalah kebutuhan rumah dinas guru, mengingat sebagian besar tenaga pendidik berdomisili di luar daerah.
“Kami juga mengajukan pembangunan mushola, pagar sekolah, serta sarana pendukung lainnya. Mudah-mudahan pada tahun 2026 ini pengajuan tersebut dapat disetujui oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.













