Pewarta : Anis
Kota Depok – Program Doktor (S3) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2025 berkolaborasi dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka memperingati Hari
Kanker Sedunia.
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan pemahaman masyarakat terhadap kanker.
Kegiatan ini diawali dengan senam sehat bersama, kemudian dilanjutkan dengan seminar awam bertema “Bicara Sehat” yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta, terdiri atas komunitas, kader, pasien kanker, serta
masyarakat umum.
Dalam kegiatan ini Direktur Transformasi dan Pengembangan RSUI, Ibu Dr. Novita Dwi Istanti, AMK, SKM, MARS, FISQua, menyampaikan bahwa harapan untuk hidup lebih sehat selalu ada bagi setiap individu, termasuk pejuang kanker, serta menegaskan komitmen RSUI untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui upaya promotif dan preventif sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi dalam mendukung Indonesia Emas 2045.
Ketua Panitia Prodi Doktor Angkatan 2025 dr. Herkurniawan, Sp.PD-K, FINASIM, menyelenggarakan pengabdian masyarakat sebagai wujud Tridharma Perguruan Tinggi untuk memberikan edukasi bahwa kanker bukanlah hal yang perlu ditakuti dan harapan selalu ada bagi para pejuang kanker.
Kegiatan ini, diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata dan berdampak bagi masyarakat melalui kolaborasi FKUI, RSUI, dan Yayasan Kanker Indonesia dalam meningkatkan kepedulian serta edukasi pencegahan kanker.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diisi dengan sesi edukasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker yang disampaikan oleh dr. Ni Putu Merlynda, Sp.PD-KHOM, FINASIM, dengan penekanan pada pemeriksaan multicancer early detection sebagai langkah awal meningkatkan kualitas hidup.
Peserta juga memperoleh edukasi mengenai peran nutrisi dalam pencegahan dan penanganan kanker yang disampaikan oleh dr. Steffi Sonia, M.Gizi, Sp.GK, SubSp.KM. Dalam pemaparannya, ditekankan pentingnya penerapan pola makan sehat, pembatasan konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta makanan olahan sebagai upaya pencegahan kanker, serta pengaturan pola makan yang disesuaikan dengan kondisi pasien melalui konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik.













