Pewarta : Red
Jakarta – Keramaian dan kepanikan sempat terjadi di kawasan Puri Beta 2, Ciledug, Kota Tangerang, setelah sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna putih dikepung dan diamuk massa pada Jumat (12/6) malam. Peristiwa yang viral di media sosial itu awalnya disebut-sebut sebagai aksi pengejaran terhadap pelaku tabrak lari.
Namun, kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar. Pengemudi kendaraan tersebut diketahui merupakan terduga pelaku penyalahgunaan narkotika yang tengah berupaya melarikan diri saat proses penangkapan oleh aparat kepolisian.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika tim Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penggerebekan terhadap sejumlah terduga pelaku narkoba di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan beberapa orang. Namun, satu terduga pelaku yang berada di dalam mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B-2432-VBE berhasil melarikan diri sehingga memicu aksi pengejaran oleh aparat.
“Terduga pelaku melarikan diri saat proses penangkapan sehingga dilakukan pengejaran oleh anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Jauhari dalam keterangannya, Sabtu.
Pengejaran berlangsung dari wilayah Jakarta Barat hingga memasuki kawasan Puri Beta 2, Ciledug. Dalam upaya melarikan diri, kendaraan yang dikemudikan terduga pelaku diduga menabrak sejumlah pengendara sepeda motor sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menghantam trotoar.
Situasi kemudian semakin memanas ketika salah seorang warga meneriakkan kata “maling” saat kendaraan tersebut berhenti. Teriakan itu memicu reaksi spontan warga sekitar yang kemudian berbondong-bondong mengejar dan mengepung kendaraan.
Akibat kesalahpahaman tersebut, massa yang terlanjur emosi melakukan tindakan kekerasan terhadap terduga pelaku hingga mengalami luka-luka. Aparat kepolisian yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan dan mengevakuasi yang bersangkutan untuk mendapatkan penanganan medis.
Video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan ratusan warga mengerumuni kendaraan Fortuner tersebut. Dalam rekaman itu, sejumlah orang tampak naik ke atas kendaraan, sementara petugas berupaya mengendalikan situasi di tengah kerumunan yang semakin padat.
Polisi menegaskan bahwa pengemudi Fortuner bukan pelaku pencurian kendaraan bermotor maupun pelaku tabrak lari sebagaimana narasi yang berkembang di media sosial. Yang bersangkutan merupakan terduga pelaku kasus narkotika yang tengah diburu aparat saat kejadian berlangsung.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta menghindari tindakan main hakim sendiri yang dapat membahayakan keselamatan dan mengganggu proses penegakan hukum.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana narkotika yang melibatkan para pelaku.

