Pewarta : Agus Lukman
Kabupaten Garut – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Asda III) Kabupaten Garut, Margiyanto, membuka Grand Final Lomba Duta Baca Kabupaten Garut 2026 di Gedung Pemuda, Tarogong Kidul, Kamis (25/6/2026).
Dalam sambutan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina yang dibacakannya, Margiyanto menegaskan Duta Baca merupakan mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan Budaya Literasi dan meningkatkan minat baca masyarakat.
“Duta Baca akan menjadi pejuang pembaca dan literasi, serta meningkatkan minat baca pada masyarakat. Gerakan Budaya Membaca bukan hanya tugas pemerintah, tetapi ini semua merupakan tugas komponen lapisan masyarakat. Untuk itu tugas mulia Duta Baca ini harus kita dukung dan digelorakan,” ujar Margiyanto
Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut, Totong, berharap ke depan setiap dari 42 kecamatan memiliki Duta Baca sebagai penggerak literasi. Ia juga menyatakan dukungan terhadap penguatan program melalui paguyuban literasi dan dukungan anggaran.
“Sejatinya Duta Baca ini ada 42 di tiap kecamatan se-Kabupaten Garut. Nah, ini bagaimana peran Duta Baca ke lapangan meyakinkan bahwa setiap kecamatan ada perwakilan. Tadi ada paguyuban literasi di Kecamatan, mungkin bisa mengajak lagi anak-anak kita, nanti juga kita akan support lagi dari sisi anggaran,” ungkap Totong.
Ketua Panitia, Zaqi M. Rais, menjelaskan Grand Final Duta Baca 2026 diikuti 20 finalis terbaik, terdiri atas 10 kategori pelajar dan 10 kategori mahasiswa, hasil seleksi selama tiga bulan. Tahun ini peserta berasal dari 29 kecamatan, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempererat kolaborasi demi penguatan budaya membaca di Kabupaten Garut.













