Kementerian PU Salurkan 40 Ribu Liter Air Bersih/Pekan Untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cimahi

0

Pewarta : Wahyu

Kota Cimahi – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat terus menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut penetapan Status Siaga Darurat Kekeringan di Kota Cimahi yang berlaku sejak 1 Juli hingga 30 September 2026. Distribusi air bersih telah dilakukan secara rutin sejak 7 Juli 2026.

Kepala BPBPK Jawa Barat M. Reva Sastrodiningrat mengatakan distribusi dilakukan dua kali setiap pekan, yakni Selasa dan Jumat, dengan mengerahkan lima mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter.

“Total air bersih yang disalurkan mencapai 20.000 liter setiap pengiriman atau sekitar 40.000 liter per minggu,” ujarnya.

Bantuan tersebut menjangkau enam titik pelayanan di 4 (empat) RW yang menjadi wilayah prioritas terdampak kekeringan. Krisis air dipicu kemarau panjang yang menyebabkan sumur warga mengering, sementara jaringan PDAM belum menjangkau kawasan tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menegaskan penyediaan air bersih merupakan layanan dasar yang harus tetap terjamin, terutama saat kondisi darurat. Karena itu, Kementerian PU akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Cimahi agar distribusi bantuan berlangsung efektif dan tepat sasaran.

Bantuan tersebut disambut positif warga. Salah seorang warga Leuwigajah, Nining, mengaku distribusi air bersih sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah sumur yang mengering akibat musim kemarau.