Foto Ilustrasi Susu MBG
Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Puluhan siswa SDN Bojongkoneng, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi susu yang merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG, Rabu (29/7/2026). Insiden tersebut mengakibatkan 39 siswa mengalami keluhan mual, sementara satu siswa harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi Cibadak.
Susu yang dikonsumsi para siswa diketahui berasal dari Dapur Nazran SPPG Cibadak 02 di bawah naungan Yayasan Ulul Albab Fasihah Al Munawaroh.
Humas RSUD Sekarwangi, Irman Irmansyah Saputra, membenarkan pihaknya menerima seorang pasien anak yang dirujuk dari SDN Bojongkoneng pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 12.21 WIB.
“Berdasarkan informasi medis dari dokter dan perawat IGD, dugaan sementara pasien mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi susu. Saat tiba di rumah sakit, kondisi fisik anak mengeluh mual,” ujar Irman saat dikonfirmasi.
Menurut Irman, tim medis sempat berencana memasang infus sebagai langkah penanganan. Namun, karena pasien menolak, dokter memberikan terapi obat secara oral.
Setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 30 menit, kondisi pasien berangsur membaik dan tidak menunjukkan gejala lanjutan.
“Kondisinya bagus dan stabil. Tidak ada muntah-muntah ataupun komplikasi lain, sehingga pasien tidak perlu menjalani observasi rawat inap dan diperbolehkan pulang,” jelasnya.
Sebanyak 38 Siswa Ditangani di Sekolah
RSUD Sekarwangi mencatat, dari total 39 siswa yang diduga terdampak, hanya satu orang yang memerlukan rujukan ke rumah sakit. Sementara 38 siswa lainnya mendapat penanganan medis langsung di lingkungan sekolah.
“Berdasarkan data yang kami terima, jumlah siswa terdampak mencapai 39 orang. Namun hanya satu yang dirujuk ke RSUD Sekarwangi,” kata Irman.
Tim medis yang berada di lokasi segera melakukan observasi dan penanganan awal terhadap para siswa yang mengeluhkan mual setelah mengonsumsi susu program MBG tersebut.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pengelola program MBG bersama instansi terkait masih melakukan pendataan serta investigasi untuk memastikan sumber masalah.
Sementara itu, sampel susu yang dikonsumsi para siswa telah diamankan dan sedang menjalani uji laboratorium guna mengetahui apakah terdapat kandungan yang menjadi penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan terkait penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

