UPI Tingkatkan Kompetensi Guru Fisika dan IPA Garut melalui Pelatihan STEM Mars Rover Arduino Berbasis Koding dan Computational Thinking

0

Pewarta : Fitri

Kabupaten Garut — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Fisika dan Pendidikan Fisika menggelar pelatihan inovatif untuk meningkatkan kompetensi guru Fisika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Kabupaten Garut.

Mengusung tema “Pelatihan STEM – Space Rover Mars Arduino untuk Pembelajaran Berbasis Koding dan Computational Thinking”, program tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional guru sekaligus mendorong penerapan pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke – 21.

Kegiatan diikuti 26 guru Fisika dan IPA dengan pola hybrid atau bauran. Sesi daring dilaksanakan pada 27 Juni dan 18 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan sesi luring berupa praktik langsung pada 23 – 25 Juli 2026 di SMA Negeri 1 Garut.

Tim PkM UPI diketuai Dr. Judhistira Aria Utama, M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Winny Liliawati, S.Pd., M.Si., Cahyo Puji Asmoro, S.Pd., M.Si., Muhamad Gina Nugraha, S.Pd., M.Pd., M.Si., Ph.D., M. Reza Dwi Saputra, M.Pd., dan Feri Apryandi, S.Pd., M.Si. Program tersebut juga melibatkan mahasiswa Muhammad Azka Hafizha, Nasywa Nur Shabrina, Yulia Nur Rahmatin, dan Tina Ainur Rahma.

Perkuat Computational Thinking dalam Pembelajaran Sains

Dr. Judhistira Aria Utama mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada penguatan kemampuan berpikir sistematis yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang.

“Penguatan pembelajaran berbasis koding didasarkan pada pemahaman bahwa computational thinking bukan sekadar aktivitas pemrograman biasa. Ia adalah keterampilan berpikir sistematis, mulai dari memecah masalah (dekomposisi), abstraksi, hingga perancangan algoritma, yang berfungsi sebagai kompetensi lintas disiplin,” jelasnya.

Rangkaian pelatihan dirancang secara bertahap dan terintegrasi. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai penerapan koding dan computational thinking yang dipimpin Prof. Winny Liliawati.

Pemahaman peserta kemudian diperkuat melalui materi STEM yang disampaikan Muhamad Gina Nugraha, serta materi mengenai dasar-dasar koding dan computational thinking oleh M. Reza Dwi Saputra.

Untuk memberikan konteks pembelajaran yang menarik, peserta juga mendapatkan materi mengenai Planet Mars yang disampaikan Dr. Judhistira Aria Utama. Materi tersebut kemudian diintegrasikan dengan aspek teknologi melalui pengenalan dan teori Mars Rover Arduino yang disampaikan Feri Apryandi.

Sebagai tahap implementasi, Prof. Winny Liliawati bersama Muhamad Gina Nugraha memandu para guru menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang untuk melatih kemampuan computational thinking.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan strategi implementasi pembelajaran, persiapan Open Lesson, hingga sesi refleksi untuk mengevaluasi proses pembelajaran dan pengalaman peserta.

Mars Rover Arduino Jadi Media Pembelajaran

Salah satu bagian yang paling menarik dalam pelatihan adalah penggunaan Mars Rover Arduino, yakni robot penjelajah yang digunakan sebagai media simulasi eksplorasi luar angkasa sekaligus sarana pembelajaran berbasis STEM.

Dalam sesi praktik yang dipandu Cahyo Puji Asmoro, guru dan siswa terlibat langsung dalam proses perakitan komponen elektronik, penyusunan kode pemrograman, hingga penerapan logika computational thinking agar robot dapat menjalankan misi yang diberikan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga mengalami secara langsung proses merancang, memprogram, menguji, dan memperbaiki robot berdasarkan kode yang mereka susun.

Pendekatan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika dalam satu aktivitas. Konteks tersebut dinilai membantu guru memahami bagaimana pemrograman dapat diterapkan secara langsung dalam pembelajaran sains, bukan sekadar dipelajari sebagai keterampilan yang berdiri sendiri.

Kuliah Tamu UPI Diikuti Lebih dari 320 Siswa

Selain pelatihan bagi guru, Tim PkM UPI juga menggelar kegiatan paralel berupa kuliah tamu bagi siswa SMA Negeri 1 Garut atas permintaan pihak sekolah.

Kegiatan yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) SMA Negeri 1 Garut tersebut diikuti lebih dari 320 siswa. Kuliah tamu dirancang untuk memperluas wawasan peserta didik mengenai perkembangan STEM serta pentingnya penguasaan sains dan teknologi dalam menghadapi masa depan.

Muhamad Gina Nugraha, S.Pd., M.Pd., M.Si., Ph.D. menyampaikan materi bertajuk “Sains, Pendidikan dan Masa Depan”. Materi tersebut mengajak siswa melihat peran penting sains dan pendidikan dalam membentuk sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Sementara itu, Dr. Judhistira Aria Utama, M.Si. membawakan materi “Menyenangi Matematika dan Sains Melalui Astronomi untuk Manusia Unggul (MAUNG)”.

Materi tersebut diarahkan untuk menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap matematika, sains, dan astronomi sekaligus mendorong mereka mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang memiliki kompetensi di bidang STEM.

Peserta Apresiasi Pendekatan Praktis

Pelatihan mendapat respons positif dari para peserta. Salma Hanifah Riyahanna, S.Pd., guru SMA PGRI Garut, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami konsep hingga penerapannya secara langsung.

“Pelatihan ini mampu memberikan pencerahan yang sangat luar biasa bagi kami, mulai dari pemahaman konsep dasar hingga tahapan aplikasinya secara langsung,” ungkap Salma.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Garut, Iman Nurzaman. Ia menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas guru di daerah.

“Kami sangat bersyukur bahwa wilayah Garut menjadi opsi pertama untuk implementasi PkM ini. Harapan kami, kegiatan serupa yang menyasar MGMP dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan ke depannya,” tuturnya.

Pihak SMA Negeri 1 Garut juga berharap UPI dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan sekolah, khususnya dalam penguatan kapasitas guru dan pengembangan potensi siswa.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan antara sekolah dan perguruan tinggi. Sekolah dapat mempersiapkan siswa dengan kompetensi yang lebih baik, sementara perguruan tinggi dapat memberikan penguatan terkait pendidikan tinggi, perkembangan keilmuan, hingga informasi mengenai kebutuhan dunia kerja.

Selaras Dengan Agenda Pendidikan Berkelanjutan

Program PkM UPI tersebut tidak hanya memberikan dampak langsung bagi guru dan siswa, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan berbagai agenda strategis pendidikan di tingkat nasional maupun global.

Di tingkat global, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Di tingkat nasional, program tersebut sejalan dengan penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kegiatan ini juga diarahkan agar selaras dengan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017–2045 dan Rencana Induk Pengembangan (RIP) UPI 2026–2030.

Secara institusional, pelaksanaan kegiatan menjadi bagian dari tema PkM UPI 2026, yaitu “Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Penelitian untuk Pemberdayaan Berkelanjutan dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional.”

Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah, UPI berharap guru Fisika dan IPA di Kabupaten Garut dapat semakin siap menjadi penggerak pembelajaran sains yang inovatif, adaptif, kontekstual, dan menyenangkan.

Pemanfaatan STEM, koding, computational thinking, serta teknologi robotika seperti Mars Rover Arduino diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi praktik pembelajaran berkelanjutan di ruang kelas sehingga mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja pada era teknologi.