Pewarta : Anis
Jakarta – Ketua M1R SSB, DPD DKI Jakarta, Michael Sahertian, S.E., S.H., angkat bicara terkait rangkaian gesekan sosial yang terjadi di Matraman Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Dalam pernyataan resminya, Kamis (31/7/2026), ia menekankan pentingnya hukum dan persatuan agar konflik tidak melebar.
Michael menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban, termasuk korban jiwa dari warga timur Indonesia di Matraman.
“Kehilangan ini adalah kehilangan kita semua sebagai bangsa. Kami menyampaikan simpati dan doa untuk keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Ia menolak segala bentuk main hakim sendiri. Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum tanpa pandang bulu.
“Negara hukum hanya tegak jika proses hukum dihormati semua pihak,” tegas Michael.
Terkait peristiwa Matraman, ia menyebut hasil penelusuran awal menemukan adanya pihak yang memperkeruh suasana dengan menodongkan pisau saat menegur pengendara knalpot brong.
“Fakta ini perlu diluruskan agar tidak dibelokkan narasi yang tidak berimbang,” katanya.
Michael juga mengingatkan agar semboyan “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” tidak dipakai untuk membenarkan kekerasan. Ia menyoroti video yang beredar menunjukkan perlakuan tidak manusiawi terhadap korban.
“Itu tidak bisa dibenarkan dan harus diusut tuntas,” ujarnya.
Ia secara khusus meminta publik menghentikan ujaran rasis terhadap warga timur Indonesia.
“Ujaran rasis hanya akan memperuncing keadaan dan bisa melebar menjadi isu SARA,” tegasnya.
Kepada warga timur Indonesia, Michael mengajak peristiwa ini dijadikan bahan refleksi. Ia menilai benturan terjadi karena sudah lama ada ketidaknyamanan terhadap ulah oknum yang arogan.
“Jadikan ini pelajaran untuk saling menghormati dan menahan diri,” pesannya.
Di akhir, Michael menyerukan perdamaian. Ia mengingatkan agar konflik tidak ditunggangi pihak tertentu dan mencontoh tragedi Ambon 1998 sebagai pelajaran agar gesekan kecil tidak jadi konflik besar.
“Kami berharap proses hukum berjalan adil dan transparan agar situasi segera kondusif,” tutupnya.

