Politik & Pemerintahan

Angka Stunting di Kabupaten Sukabumi Turun Menjadi 20,5 Persen

adminsigiku.com
×

Angka Stunting di Kabupaten Sukabumi Turun Menjadi 20,5 Persen

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Fadhel

Kabupaten Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan progres positif dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Hal tersebut terlihat dari prevalensi stunting yang terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman mengatakan, prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi turun dari 27,5 persen pada 2022 menjadi 20,5 persen.

Hal itu disampaikan Ade saat menerima kunjungan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) dalam rangka pemantauan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/8/2026).

“Jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi sekitar 2,9 juta jiwa. Angka stunting di Kabupaten Sukabumi terus menurun. Dari 27,5 persen pada 2022, kini turun menjadi 20,5 persen,” ujar Ade.

Meski tren penurunan terus terjadi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak ingin berpuas diri. Berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk mempercepat penurunan angka stunting hingga mendekati target yang telah ditetapkan pemerintah.

Ade menyebutkan, pemerintah daerah berupaya menurunkan prevalensi stunting hingga 12,5 persen, sebagai bagian dari upaya mengejar target penurunan stunting secara nasional.

“Target nasional delapan persen, kita usahakan bisa mencapai 12,5 persen,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Sukabumi telah menjalankan berbagai program, baik melalui kebijakan maupun intervensi langsung di tengah masyarakat. Salah satunya dengan memperkuat regulasi serta melibatkan perangkat daerah dalam program percepatan penurunan stunting.

“Kebijakan sudah banyak. Dimulai dari peraturan bupati, hingga adanya program orang tua asuh oleh sejumlah perangkat daerah,” ungkapnya.

Menurut Ade, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan stunting. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga sinergi antara pemerintah, perangkat daerah, masyarakat, serta berbagai pihak terkait terus diperkuat.

Dalam kesempatan tersebut, Ade juga menyambut baik kunjungan Sekretariat Wakil Presiden. Menurutnya, kegiatan pemantauan dan peninjauan lapangan dapat memberikan perspektif serta masukan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi program yang telah berjalan.

“Kehadiran Sekretariat Wakil Presiden memberikan angin segar bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi, terutama dalam penanggulangan stunting. Semoga hasil peninjauan lapangan dapat memberikan masukan kepada kita untuk meningkatkan upaya dalam penurunan angka stunting,” pungkasnya.