Pewarta : Anis
Kota Depok – Sekretaris Daerah Kota Depok Mangnguluang Mansur secara resmi membuka kegiatan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Mabes TNI Tahun 2026 di Aula Gedung Dibaleka 2, Jumat (4/9/2026).
Sebanyak 80 peserta PKA dari berbagai satuan TNI hadir untuk belajar langsung bagaimana Depok menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik.
Mangnguluang mengaku bangga Depok dipercaya menjadi salah satu lokus pembelajaran nasional bagi calon administrator TNI.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan rombongan PKA Mabes TNI di Kota Depok. Tentunya ini menjadi kehormatan bagi kami karena dipercaya menjadi salah satu lokus pembelajaran, “ujarnya.
Menurutnya, PKA berbeda dengan pelatihan lain. Program ini berlangsung 4 bulan dengan tahapan penugasan, diskusi kelompok, hingga penyusunan proyek perubahan.
“Di sini peserta bisa melihat langsung bagaimana pemerintahan dan pelayanan publik berjalan. Jadi bukan hanya belajar dari apa yang ada di atas kertas, tetapi bisa melihat penerapannya secara langsung,” katanya.
Sekda memastikan seluruh perangkat daerah akan mendampingi peserta selama di Depok.
“Silakan bertanya dan berdiskusi dengan perangkat daerah, karena kami ingin kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat dan menghasilkan pembelajaran bagi semua pihak,” tutupnya.
Perwakilan Mabes TNI, Kolonel Arh. Yulian Iskandar, menyebut Depok dipilih karena punya segudang praktik baik yang bisa jadi rujukan.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Depok yang sudah menerima dan memfasilitasi kegiatan ini. Kami berharap pengalaman, inovasi, dan praktik baik yang ada di Depok bisa menjadi bekal bagi peserta,” ujarnya.
Yulian menekankan, PKA hanya ada satu di Mabes TNI dan pesertanya merupakan hasil seleksi ketat dari seluruh angkatan.
Ia meminta peserta tidak terpaku pada program yang sudah jadi. Yang penting dipelajari adalah prosesnya.
“Lihat bagaimana kepemimpinannya, bagaimana kolaborasi lintas sektornya, termasuk budaya organisasi dan strategi perubahan yang dilakukan,” jelasnya.
Konsep smart city, transformasi digital, riset, dan inovasi pelayanan publik Depok dinilai sangat relevan untuk bekal kepemimpinan administrator.
“Harapannya, apa yang didapat di Depok bisa menjadi bekal untuk membentuk administrator yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil,” tandas Yulian.
Studi lapangan ini menjadi jembatan antara teori di kelas dengan praktik di daerah. Dengan melihat langsung, peserta diharapkan pulang membawa ide-ide baru untuk diterapkan di satuan masing-masing.













