Ragam

Ateng Sutisna : Munas HPDKI 2026 Harus Lahirkan Kontrak Kerja Untuk Sejahterakan Peternak

adminsigiku.com
×

Ateng Sutisna : Munas HPDKI 2026 Harus Lahirkan Kontrak Kerja Untuk Sejahterakan Peternak

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Gervan

Kab. Sumedang – Musyawarah Nasional Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) 2026 mulai menjadi perhatian seiring munculnya gagasan agar forum lima tahunan tersebut menghasilkan agenda besar bagi masa depan peternakan rakyat.

Ir. H. Ateng Sutisna, MBA yang menyatakan kesediaannya maju sebagai calon Ketua Umum HPDKI periode 2026–2031, menilai Munas tidak boleh sekadar menjadi panggung pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, Munas harus melahirkan mandat organisasi yang jelas dan dapat diukur keberhasilannya.

Sejumlah agenda strategis menjadi sorotan, di antaranya peningkatan pendapatan peternak, produktivitas dan kesehatan ternak, kepastian pasar, serta regenerasi peternak rakyat.

Ateng juga menilai sudah saatnya domba dan kambing ditempatkan sebagai bagian penting dari ketahanan protein, kedaulatan pangan, sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan.

Pandangan tersebut mendapat dukungan H. Acep Hidayat Komarudin, A.Md, anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi PKS yang juga merupakan anggota Komisi II, dengan salah satu ruang lingkup bidangnya terkait peternakan.

Acep menegaskan bahwa organisasi peternak harus mampu menjawab persoalan konkret yang selama ini dihadapi masyarakat.

“Saya mendukung gagasan agar HPDKI ke depan memiliki arah perjuangan yang lebih konkret. Munas harus menghasilkan program yang bisa diukur, bukan hanya keputusan organisasi di atas kertas. Ukuran keberhasilannya sederhana: apakah peternak semakin sejahtera atau tidak,” tegas Acep.

Menurutnya, tantangan peternak tidak hanya berkaitan dengan bagaimana menghasilkan ternak yang berkualitas, tetapi juga bagaimana hasil ternak tersebut memiliki nilai ekonomi dan akses pasar yang kuat.

“Produktivitas harus naik, kesehatan ternak harus diperhatikan, pasar harus jelas, dan regenerasi peternak harus disiapkan. Kalau empat hal ini bisa diperkuat, saya optimistis subsektor domba dan kambing dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar bagi ekonomi masyarakat,” katanya.

Acep juga menyambut baik pencalonan Ateng Sutisna sebagai Ketua Umum HPDKI periode 2026–2031.

“Saya melihat semangat untuk melakukan pembenahan dan membawa HPDKI lebih dekat dengan kebutuhan peternak merupakan sesuatu yang positif. Karena itu, saya memberikan dukungan terhadap gagasan Ateng Sutisna dan berharap proses Munas nanti berjalan demokratis serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu bekerja nyata,” ujar Acep.

Ia berharap kepemimpinan HPDKI ke depan mampu memperkuat komunikasi antara peternak dengan pemerintah serta membuka lebih banyak ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

“HPDKI harus menjadi rumah besar peternak. Rumah besar itu harus mampu memperjuangkan kepentingan anggotanya, memperkuat posisi peternak dalam rantai usaha, dan mendorong lahirnya kebijakan yang mendukung peternakan rakyat,” pungkasnya.