Pewarta : Red
Kota Depok – Insiden tak mengenakkan menimpa Ketua IPJI Kota Depok, Anis , Ia ditahan di pintu gerbang dan dilarang masuk oleh Petugas Satpam Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, saat datang untuk bersilaturahmi ke bagian Humas, Selasa (16/09/2026).
Kedatangannya bukan untuk demo, bukan pula untuk mengusut kasus. Anis hanya ingin membangun kemitraan antara pers dan institusi pelayanan publik. Namun, yang didapat justru penolakan mentah-mentah.
Peristiwa bermula di pos penjagaan utama. Ketika Anis memperkenalkan diri sebagai Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kota Depok dan menyampaikan ingin bertemu Humas, satpam langsung memblokir langkahnya.
Dengan nada tinggi, petugas keamanan itu berdalih semua harus sesuai prosedur.
“Maaf, tidak bisa masuk. Ini sudah protap kami. Kalau mau ketemu Humas harus ada janji dulu atau buat surat resmi,” ujar petugas satpam tersebut.
Meski sudah dijelaskan secara baik-baik dan menunjukkan identitas organisasi pers, izin tetap tidak diberikan. Anis M terpaksa menunggu lama di luar pagar kantor tanpa ada upaya komunikasi dari Satpam untuk menghubungi pihak Humas di dalam.
Ketua IPJI Kota Depok, Anis , menyayangkan sikap kaku dan tidak humanis yang ditunjukkan petugas pengamanan Imigrasi Depok.
“Kami datang dengan etika, baik-baik untuk silaturahmi ke Humas. Kami paham ada protap, tapi setidaknya ada komunikasi yang baik. Satpam bisa menghubungi Humas terlebih dahulu, menanyakan apakah berkenan ditemui, bukan langsung ditolak mentah-mentah di depan gerbang,” tegas Anis
Ia menekankan, Humas adalah jembatan. Jika jembatan untuk wartawan saja diputus, bagaimana dengan pelayanan informasi untuk masyarakat umum?
“Kalau untuk bertemu Humas saja dipersulit seperti ini, bagaimana masyarakat umum? Kami berharap Kepala Kantor Imigrasi Depok dapat memberikan pembinaan kepada jajaran pengamanan agar lebih humanis dan profesional,” tambahnya.
Kalangan jurnalis di Depok menilai, kejadian ini menjadi preseden buruk bagi citra Kantor Imigrasi Depok yang selama ini dikenal cukup terbuka.
Kini, bola panas ada di tangan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok. Publik dan insan pers menunggu ketegasan pimpinan untuk mengevaluasi SOP penerimaan tamu.
Protap keamanan memang penting, namun tidak boleh menjadi tameng untuk anti kritik dan menutup diri dari media. Tugas satpam bukan hanya menjaga pintu, tapi juga menjaga marwah keramahan institusi.
Tindakan satpam yang kaku tanpa koordinasi dengan Humas justru mencoreng citra baik Imigrasi Depok sebagai garda terdepan pelayanan keimigrasian yang humanis.
Hingga berita ini diterbitkan, Humas Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok belum memberikan klarifikasi resmi. IPJI Kota Depok berharap Kepala Kantor segera turun tangan, memberikan pembinaan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kepada wartawan lain maupun masyarakat.













