Pewarta : Arief
Kabupaten Cianjur — Lima titik kebakaran lahan dan hutan (karhutla) terjadi hampir bersamaan di tiga kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026). Kebakaran menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan kering dan mengerahkan lebih dari 30 petugas gabungan dengan lima unit mobil pemadam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan, kebakaran terjadi di tiga titik di Kecamatan Cilaku, masing – masing Kampung Bayubud, Kebon Jeruk, dan Cibibong Hilir.
Sementara dua titik lainnya berada di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, serta Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu.
Petugas gabungan yang diterjunkan terdiri atas personel Damkar Cianjur, TNI/Polri, relawan dan warga setempat. Mereka dibagi ke sejumlah lokasi untuk mencegah api meluas ke permukiman.
“Petugas gabungan yang diturunkan lebih dari 30 orang ditunjang lima unit mobil pemadam kebakaran, dibagi ke sejumlah titik guna memadamkan api agar tidak sampai menjalar ke perkampungan warga,” kata Samudra di Cianjur.
Api Dipicu Lahan Kering dan Tiupan Angin
Petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mengendalikan kebakaran di masing-masing lokasi. Kondisi lahan yang didominasi rumput dan tanaman liar kering membuat api mudah menjalar.
Situasi diperparah tiupan angin yang cukup kencang pada sore hari sehingga mempercepat perambatan api.
“Rata – rata satu titik membutuhkan waktu hingga tiga jam. Petugas berhasil memadamkan api sehingga tidak menjalar sampai ke perkampungan warga,” ujarnya.
Samudra mengatakan musim kemarau yang masih berlangsung membuat potensi kebakaran lahan tetap tinggi. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api.
BPBD juga mengingatkan warga tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang ditumbuhi vegetasi kering.
47 Kejadian Disebut Akibat Kelalaian
BPBD Cianjur mencatat puluhan kejadian kebakaran lahan dan hutan selama musim kemarau. Dari catatan tersebut, sebagian kasus diduga berkaitan dengan kelalaian manusia.
“Dari 47 kejadian kebakaran lahan dan hutan di Cianjur disebabkan kelalaian, di mana masyarakat membersihkan lingkungan dan membuka lahan dengan cara dibakar sehingga apinya dengan cepat menjalar ke lahan lainnya yang sebagian besar tanaman di dalamnya sudah mengering,” ungkap Samudra.
BPBD mengimbau masyarakat tidak menggunakan metode pembakaran untuk membersihkan lahan, terutama selama kondisi cuaca kering dan angin berpotensi mempercepat penyebaran api.
Kewaspadaan warga dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam kawasan permukiman maupun fasilitas umum.













