Pewarta : Gervan
Kab. Sumedang – Ada cerita menarik dari kawasan pesisir Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang. Tanaman jagung hibrida yang diharapkan menghasilkan panen justru gagal berbuah akibat keterbatasan air. Namun, bagi Erwin, kondisi tersebut bukan alasan untuk membiarkan tanaman jagung terbuang percuma.
Peternak binaan BAZNAS melalui Program Balai Ternak Kabupaten Sumedang itu memanfaatkan bagian tanaman jagung yang masih layak dikonsumsi sebagai pakan tambahan bagi 12 ekor ternaknya.
Tanaman tersebut sebelumnya dibudidayakan di lahan seluas sembilan meter persegi di Desa Cijeungjing. Karena pasokan air terbatas, pertumbuhannya tidak optimal dan hasil buah jagung pun tidak terbentuk.
“Kalau tidak bisa dipanen jagungnya, setidaknya tanamannya masih bisa dimanfaatkan. Kami gunakan untuk tambahan pakan ternak supaya tidak terbuang begitu saja,” ujar Erwin saat ditemui, Kamis (24/09).
Langkah sederhana tersebut memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi limbah pertanian, pemanfaatan tanaman jagung juga membantu peternak menghemat kebutuhan pakan harian.
Bagi Erwin, kondisi lingkungan justru menjadi tantangan untuk terus mencari cara agar sumber daya yang ada tetap memiliki nilai manfaat.













