Ragam

Anggaran Kandang Program Bekerja, Dituding Jadi Ajang Bisnis

adminsigiku.com
×

Anggaran Kandang Program Bekerja, Dituding Jadi Ajang Bisnis

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Her

 Koran SINAR PAGI, Karawang,- Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang diluncurkan pemerintah melalui Kementrian Pertanian RI. Bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dengan pemberdayaan Masyarakat diberikan bantuan berupa ayam kampung petelor, lengkap dengan pakan,vaksin dan kandang.

Dikecamatan Lemah Abang, Kabupaten.Karawang, pendistribusian program tersebut dinilai jadi ajang bisnis pihak tertentu.

Menurut Tokoh Masyarakat setempat dan juga Ketua Asosiasi Jurmalis Karawang,(AJK), H.Entang Sonjaya Kepada Koran SP mengungkapkan adanya keganjilan yang berindikasi kepada penyimpangan dalam pengadaan kandang Ayam.

“Rencana Anggaran Biaya yang dikucurkan pemerintah untuk pembuatan kadang senilai Rp.500.000,- setiap penerima,dengan kapasitas dapat menampung 50 ekor Ayam, di Kecamatan Kami pembuatan kandang d koordinir oleh Syaepudin, Kepala Desa Pasir Tanjung.” Ujar H.Entang

Ia pun mengaku heran, pasalnya material kandang yang digunakan dari papan bekas palet yang dibeli dari daerah Bogor dan kali Baru. Sementara upah kerja pembuatanya, Rp.100.000,- tiap Kandang, analisa saya biaya pembuatan kandang tersebut tidak lebih dari Rp.300.000,- bisa dibayangkan berapa besar hasil “sunat”yang di dapat” imbuhnya.

Selanjutnya, H.Entang menegaskan akan mengarakan sejumlah media untuk melakukan temu pers dengan pihak terkait. Jika ada indikasi korupsi, pihaknya berjanji akan mengusut tuntas dan membawa ke ranah hukum.

Penyelusuran Koran SP dikecamatan Lemah Abang, program Bekerja baru terdistribuskan di 3 Desa dari 11 Desa yang ada. Diantaranya Desa Ciwaringin sejumlah 400 Rumah Tangga Miskin (RTM) penerima, Desa Ciwaringin Karya 262RTM dan Desa Kedawung 163RTM

Sementara pengerjaan pembuatan kandang dilakukan di wilayah Desa Waringi Karya, dengan kwalitas yang dinilai tidak sesuai juknis.

Disambangi Koran SP dikantor Desa nya Syaefudin, yang disebut sebut sebagai ketua Program tersebut, tidak ada di tempat. Dihubungi melalui sambungan seluler nya, Syaefudin malah menyangkal, Dia Menyatakan bahwa tidak ada masalah.

“Program dari Kementan itu ga ada masalah, apa yang mau dikoonfirmasi” Ucapnya dengan nada ketus. Bahkan saat diminta waktu untuk wawancara pun, Dia tidak bersedia seolah menghindar dengan alasan sibuk.

Begitupun pejabat yang ada di balai pertanian kabupaten Karawang, Dudi yang disebut sebagai orang yang menangani progran.Bekerja pun, sulit ditemui. Hingga Berita ini diturunkan Dudi dan Syefudin  belum dapat diminta keterangan.