Pewarta : Jeky
Koran SINAR PAGI, Sumedang – .Untuk mencegah penyebaran virus Corona yang kini eskalasinya makin tinggi, sebaiknya masyarakat menghindari kontak tubuh dan juga kebiasaan berkumpul dengan sesama warga.
Pasalnya penyebaran virus itu bisa berawal dari kontak tubuh manusia.
“Makanya untuk menghindari penyebaran virus Corona hindari kontak fisik, misal nya bersalaman atau cipika cipiki ( cium pipi kiri cium pipi kanan). Bukan berarti kita sombong tapi memang kondisinya lagi seperti ini. Orang lain pun pasti akan mengerti”, ujar Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat jumpa pers di Gedung Negara, Minggu ( 15/3/20).
“Pakai saja salaman Sunda, dengan cara merapatkan dua telapak tangan di depan dada”, kata Dony lagi.
Selain itu dia juga menganjurkan untuk menghindari kerumunan masa atau kebiasan berkumpul.
Mudah – mudahan, kata nya, cara itu efektik untuk mencegah penyebaran dari virus Corona seperti yang dianjurkan WHO.
“Namun selain itu, tetap kita harus menerapkan gaya hidup sehat, bersih juga menjaga kondisi fisik agar punya daya tahan tubuh yang kuat agar tidak mudah terserang penyakit. Juga sering – sering lah mencuci tangan, dan jangan lupa berdoa kepada yang maha kuasa”, jelas nya.
Tetkait hal itu maka Pemda Sumedang pun mulai mengatur agar warga Sumedang terhindar dari Corona.
“Pemda mulai merumahkan anak sekolah dari mulai Paud, TK, SD, SMP, dari mulai Senin ( 16/3/20) hingga 14 hari kedepan”, jelas nya.
“Tujuanya bukan untuk meliburkan tapi mereka belajar di rumah selama 14 hari ke depan. Dan di sekolah nya akan dilakukan pencegahan virus Cirona dangan cara dis infektan “, tandas Dony.
Selain itu juga, kata dia Pemda akan menutup sementara tempat kerumunan orang milik Pemda, seperti Tahura (Taman Hiburan Rakyat ) dan juga Alun – alun yang baru saja dibuka.
“Alun – alun terpaksa harus ditutup lagi agar menghindari orang berkumpul. Semenara untuk tempat kerumunan massa seperti MPP akan kita sterilkan”, ujar nya.
Sementara untuk internal Pamda. Bupati Dony mulai membatasi perjalanan dinas luar kota, juga tamu dari luar kota yang berkunjung ke Pemda Sumedang,
“Mereka ( tamu kunjungan) banyak nya untuk melakukan study banding ke MPP”, ucap nya.
Sebelumnya dikatakan Dony, di Indonesia sudah ada 117 orang yang positif terjangkit Corona dan diantaranya sudah 5 orang yang meninggal.
Namun di Sumedang menurut nya hingga kini belum ada yang tejangkit positif Corona.
“Ada juga 48 orang yang sedang dalam pemantauan. Itupun mereka diantaranya baru pulang Umroh. Mereka kini di isolasi di rumah mereka masing – masing selama 14 har tidak boleh keluar. Itu dilakukan untuk pencegahan saja. Dan setelah lewat 14 hari bila tidak tetjangkit, mereka dinyatakan aman, tapi kita pantau terus perkembangan dari hari ke hari”, jelas nya.
Dia menganjurkan agar warga Sumedang tidak perlu panik menghadapi wabah Corona ini.
“Percayakan saja ke pihak Pemda Sumedang”, pungkas nya.













