Politik & Pemerintahan

Kejar Target 100 Hari Kerja, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi Kumpulkan Perangkat Daerah

adminsigiku.com
×

Kejar Target 100 Hari Kerja, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi Kumpulkan Perangkat Daerah

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi – Dalam rangka mewujudkan target 100 hari kerja paska dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi periode 2021-2026, H Marwan Hamami dan H Iyos Somantri memanggil sejumlah Perangkat Daerah di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Selasa (16/03/2021).

Target kinerja 100 hari tersebut mencakup berbagai bidang penting, selain program beasiswa ada juga program lain seperti, pelayanan kesehatan gratis, dokter masuk kampung, peningkatan kesejahteraan Guru Madrasah serta BOP Madrasah Diniyah/Lembaga Pendidikan Al-quran.

“Walau tidak ada aturan dalam target 100 hari kerja, namun kami akan membuat target sebagai langkah awal komitmen kami, dari segi kesehatan, terdapat pelayanan di Puskesmas gratis bagi warga Kabupaten Sukabumi, terus ada juga dokter masuk kampung,” ungkap Wakil Bupati Sukabumi, H.Iyos Somantri.

Tak hanya itu, dalam program 100 hari kerja ada juga peningkatakan kualitas sarana prasarana pendidikan agama dan keagamaan serta rumah ibadah dan bantuan pemodalan untuk UPK serta bantuan keuangan khusus ke desa.

Untuk membantu para pencari kerja ada program Sukabumi Integrated Labour and Employment Center (Silent Center) yang merupakan pengembangan pusat ketenagakerjaan yang terintegrasi,

Untuk infrastruktur ada pembangunan jalan, penataan pusat pemerintahan Palabuhanratu, pelayanan publik hingga ke Desa dan Kecamatan, peningkatan BOP penyuluh pertanian, digitalisasi pelayanan publik, digitalisasi pertanian, peternakan, kelautan, dan perikanan.

Wakil Bupati Sukabumi H.Iyos Somantri mengatakan, program 100 hari kerja memiliki waktu hingga Juni mendatang, “Program ini sudah kita siapkan dan sebagian telah berjalan,” ucapnya

Menurut H.Iyos, terdapat berbagai program di 100 hari kerja ini yang belum ada di daerah lain. Hal itu seperti beasiswa pendidikan bagi hafidz Alquran. “Ini kegiatan yang belum ada di tempat lain. Kami ingin memberikan penghargaan bagi siswa hafidz dengan memberikan beasiswa,” tambah Wabup.

Selain itu, terdapat berbagai program yang berkaitan dengan digitalisasi. Bahkan beberapa di antaranya diapresiasi pihak lain. “Silent center menjadi inovasi dan baru Kabupaten Sukabumi yang merintis. Silent center sebagai alat bantu untuk mencari pekerjaan,” ungkapnya.

Menurut H.Iyos, semua program 100 hari kerja sangat erat kaitannya dengan inovasi dan berbagai hal demi kesejahteraan masyarakat.

Ditempat yang sama Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat (PMM) Bappeda Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin mengatakan, dalam program 100 hari kerja, inovasi menjadi salah satu kunci utama, “ini harus menjadi komitmen bersama, Dalam RPJMD salah satu kata kuncinya ialah inovatif,” imbuhnya.