Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Barat menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah. Dengan tema Mencapai Kemandirian Masyarakat Jawa Barat Melalui Konsep Teknokraktik Perencanaan Pembangunan Desa di Jawa Barat”. Acara yang dihadiri perwakilan perangkat daerah kabupaten/kota se Jawa Barat berlangsung di hotel Grand Sunshine Resort & Convention, Soreang Kabupaten Bandung.
Ketua Komisi I DPRD Jabar, Bedi Budiman, S.Ip, M.Si, menyampaikan pertama saya mengapresiasi Dinas Desa atau DPMD Provinsi Jabar, karena merupakan salah satu sektor yang sukses dalam pencapaian pembangunan di desa. Namun kemudian kita melihat ada kebutuhan mendesak bahwa para kepala desa ini harus dibantu dengan sebuah infrastruktur, di mana dia bisa mendapatkan data desa yang presisi. Hal itulah yang kemudian akan lebih memudahkan dalam penentuan Prioritas pembangunan di desa, jelasnya kepada wartawan media cetak dan online setelah membuka acara tersebut (16-2-2022)
Ini adalah sebuah tajuk dari kami, berdasarkan temuan di lapangan. Maka dengan data yang presisi dari dinas, desa bisa memenuhi kebutuhan tentang data skala, demografi dan juga perkapita dari penduduk desanya atau tata ruang Desanya dengan data presisi.
Menurutnya nanti yang namanya insentif fiskal, baik dari pusat dari provinsi dari kabupaten kota itu sendiri itu akan sangat bermanfaat. Karena kepala desa tahu mana yang harus secara prioritas dia kerjakan terlebih dahulu dan juga potensi kekayaan desa yang harus dikembangkan.
Selaian itu Bedi Budiman, S.Ip, M.Si juga mengungkapkan DPRD Jabar akan terus mendorong pelaksanaan dan target pemerintah provinsi Jawa Barat perihal pemekaran desa. Dari total 5312 desa se Jabar, sudah saatnya dimekarkan idealnya menajadi 7000 an desa. Kami harap pemerintah desa harus segera menyambut agenda pemekaran ini berdasarkan aturan penentuan batas desa. Kalau bisa segera ada persetujuan dari warga dan para tokohnya.
Dari pemekaran itu, saya kira seluruh desa di Jawa Barat dengan total jumlah penduduk kurang lebih 50 juta orang. Jika dibandingkan dengan Jawa Timur atau Jawa Tengah, jumlah desanya yang mencapai 7 ribuan, tapi penduduknya lebih sedikit. Namun bantuan dari pemerintahnya lebih banyak diterima atau masuk ke desa. Sehingga desa di Jabar sudah semestinya dimekarkan agar bantuan dana desa dari pemerintah pusat yang masuk ke desa lebih banyak jumlahnya.













