Pewarta : Ayi Suherman
Kabupaten Sukabumi – Ketua Hiswana Migas Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara meminta kepada pihak Pertamina selaku perusahaan niaga minyak dan gas, agar konsen dalam pengiriman BBM (Bahan Bakar Minyak) ke Sukabumi.
Hal tersebut diungkapkannya menyusul kelangkaan dan kenaikan harga BBM jenis Solar bersubsidi.
“Untuk kenaikan BBM, itu imbas dari harga minyak dunia yang melonjak naik, dan tidak menuntut kemungkinan kita semua kena imbasnya,” ucapnya, Kamis (31/03/2022).
Lebih lanjut Yudha mengatakan, bahan bakar ini sebuah hal yang sangat primer, “BBM merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan untuk jalannya roda ekonomi di Sukabumi, sehingga kenaikan harga ini perlu adanya analisa yang baik, karena sangat membebani masyarakat,” imbuhnya
Dia menyesalkan dengan naiknya harga BBM dan terjadi kelangkaan Solar ditengah masa Covid-19 masih berlangsung.
“Kita sedang mencoba untuk comeback dari masalah Covid ini, ya kalau BBM naik, tidak menutup kemungkinan ini akan berimbas ke sembako,” ujarnya.
Dikatakan, jika semua kebutuhan dasar naik, ini tentunya akan membebani masyarakat, terutama kalangan masyarakat dengan berpenghasilan rendah, apalagi sekarang menjelang bulan suci ramadhan.
Selain sebagai Ketua Hiswana Migas, Yudha juga merupakan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, bahkan dirinya akan mengambil langkah untuk berkomunikasi langsung dengan para wakil rakyat yang ada di pusat atau DPR RI, untuk bisa menyuarakan bahwa sukabumi pun, keadaan hari ini paska Covid-19, ingin kembali pulih.
“Kebutuhan ini harus disupport dengan harga-harga yang sesuai dengan kemampuan masyarakat. Pada dasarnya kita dari daerah atau sifatnya dari lokal merasa kesulitan dengan keadaan ekonomi yang sekarang, ya berharap pemerintah pusat bisa mengendalikan semua ini,” pungkasnya.













