Ragam

Guru Favorit Jadikan Kepala Sekolah

adminsigiku.com
×

Guru Favorit Jadikan Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikian)

Kalau kita baca dan maknai definsi utama kepala sekolah adalah “Pemimpin Pembelajaran”. Titik tekan dari pemimpin atau kepemimpinan pembelajaran adalah sukses belajar anak didik. Guru favorit yang menjadi idola anak didik telah berhasil membangun harmonitas relasi antara guru dan anak didik.

Pemerintah, Mendikbud Ristek dan para Kadisdik sebaiknya memahami bahwa kepala sekolah adalah pelayan anak didik melalui manajerial guru dan segala administrasi sekolah. Ini utama, kembali pada bagaimana anak didik belajar dengan sukses. Bagaimana meningkatnya mutu layanan pendidikan.

Guru favorit pasti identik dengan rajin masuk ruang kelas. Guru favorit adalah guru paling beken dan diterima anak didik. Kalau dalam dunia bisnis ada istila BA yakni brand ambassador.

Guru yang menjadi brand ambassador di lingkungan sekolahnya telah berhasil menyita perhatian seluruh anak didik.

Guru favorit sebaiknya menjadi bagian dari guru penggerak secara formal. Secara formal tercatat dalam data base pemerintah dan ikut diklat. Hal ini akan lebih memudahkan dirinya untuk menjadi Kasatdik di sebuah satuan pendidikan. Kepala sekolah dengan latar belakang guru favorit diharapkan akan lebih membuat implementasi pembelajaran lebih efektif.

Betapa pentingnya para kepala sekolah mencintai anak didik melebihi mencintai para gurunya. Mengapa ? Memang anak didik adalah subjek utama mutu layanan pendidikan dan merekalah yang punya sekolah pada hakekatnya. Anak didik adalah warga sekolah paling istimewa. Semua warga sekolah “berhamba” kepadanya.

Berhamba dalam definisi segala giat dan dinamika di sekolahan harus berkontribusi pada suksesnya mutu layanan pendidikan. Pabrik cat harus menghasilkan produk cat terbaik. Apalagi sekolahan yang bukan pabrik, harus menghasilkan lulusan anak didik terbaik. Anak didik dengan profile pelajar Pancasila.

Anak didik profile pelajar Pancasila tidak akan melahirkan generasi sumbu pendek dan senang membuli pemimpin dan merasa paling benar. Lulusan sekolahan yang bermental profile pelajar Pancasila akan menempatkan dirinya di masyarakat sebagai soluter bukan poluter. Masyarakat masa depan yang baik akan lahir dari proses belajar yang baik sejak di bangku sekolah.

Proses belajar yang baik di setiap sekolahan terkait dengan implementasi kepemimpinan dan manajerial pembelajaran dari seorang kepala sekolah. Kepala sekolah yang baik dalam menerapkan kepemimpinan pembelajaran bisa lahir dari guru favorit yang selalu semangat masuk ruang kelas, bersahabat dengan anak didik, menyenangkan.

Bisa terjadi sebuah anomali di lapangan pendidikan kita. Guru favorit yang dipilih dalam acara tertentu, misal menjelang giat HGN, anak didik diberi kesempatan memilih guru favoritnya. Sang Guru favorit bisa mendapatkan penghargaan atas kinerjanya dihadapan anak didik. Anomalinya dimana ? Masih ada sejumlah pendidik yang menolak diadakan pemilihan guru favorit oleh anak didik.

Alasannya bisa beragam. Bisa karena alasan mendekati logis sampai alasan emosional. Pemilihan guru favorit disisi lain bisa mendatangkan rasa Bahagia bagi Si Guru terpilih tapi bisa juga rasa iri atau ketidaknyamanan bagi guru lainnya. Seolah ada guru favorit ada non favorit. Mari kita introsfeksi bersama. Mengapa tidak guru favorit bermasa depan lebih baik.