Pewarta: Indra Gunawan
Koran SINAR PAGI, Tanggamus,- Dalam sepekan ini Kabupaten Tanggamus kerap dilanda hujan dengan intensitas tinggi. Imbasnya, kultur tanah menjadi labil menyebabkan banyak jalan yang rusak.
Perbaikan jalan berlubang ini dengan menggunakan metode tambal sulam. Metode ini sebagai langkah mengatasi jalan berlubang dan sebagai antisipasi meminimalisir terjadinya kecelakaan namun sangat di sayangkan kegiatan yang mengunakan APBD yang bernilai ratusan juta rupiah bahkan miliaran rupiah, Namun Kualitas proyek jalan yang menghubungkan empat Pekon yang dikerjakan di Pekon Gedung Jambu Kecamatan Kotaagung Barat saat ini sangat disayangkan baru satu tahun di kerjakan tambal sulam sudah rusak lagi, dan diduga asal jadi, Jumat (29/10/2022).
Tokoh masyarakat setempat mengatakan jika perbaikan jalan penghubung di empat Pekon tersebut kurang lebih satu tahun guna memastikan keselamatan, kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas di jalan penghubung empat Pekon, yaitu Pekon Gedung Jambu, Pulau Benawang Pekon Maja dan Pekon Payung.
“Kurang lebih baru setahun jalan ini di perbaiki, Memang benar bila salah satu pemicu jalan berlubang yakni curah hujan yang tinggi, Kemudian menimbulkan genangan air sehingga mengikis sedimen aspal jalan,di karenakan buruk nya kualitas aspal yang di gunakan”, Ungkap nya dengan nada kesal.
Semetara salah satu masyarakat lain yang tidak mau namanya di sebutkan saat di konfirmasi membenarkan baru kurang lebih satu tahun ini di kerjakan sudah berlubang lagi dan alitasnya patut di pertanyakan.
Dirinya juga meminta kepada awak media untuk menyampaikan kepada pihak Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus untuk menindak lanjuti permasalahan jalan yang menghubungkan empat pekon tersebut untuk segera memanggil pihak terkait untuk diberi sanksi atau teguran agar jalan tersebut di perbaiki kembali terkait kwalitas tambal sulamnya.Sampai berita ini diterbitkan pihak dari dinas PUPR kabupaten Tanggamus belum bisa dikonfirmasi.(*)













