Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat mulai mensosialisasikan usulan Inovasi Pendanaan Pembangunan melalui Bantuan Keuangan Kompetitif Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2024 khusus desa di Jawa Barat.
Kepala Bidang Pengembangan Potensi Desa DPMD Jawa Barat, Bayu Rakhmana S.STP menjelaskan khusus tahun 2023 bantuan keuangan untuk desa di Jawa Barat jumlahnya masih sama seperti tahun 2022, tidak ada kenaikan atau pengurangan, totalnya Rp.130 juta. “Namun untuk alokasinya diperkiraan sekitar 70% khusus insfakstruktur desa dan sisanya untuk tunjangan peningkatan pelayanan dan kapasitas kinerja aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa, oprasional Posyandu desa, dan program lainnya yang menjadi prioritas desa, sesuai petunjuk teknis pemanfaatan bantuannya. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa,” ucapnya kepada media cetak dan online di ruang kerjanya (6/2/2023)
Selanjutnya, Bayu Rakhmana S.STP juga mengungkapkan DPMD Jabar sudah mensosialisasikan perihal Input Usulan Desa pada Aplikasi SIPD atau Sistem Informasi Pembangunan Daerah ke daerah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan), Kabupaten Bandung dan daerah lainnya. “Karena nanti di tahun 2024 akan ada Bantuan Keuangan Desa Kompetitif, Desa yang mengajukan profosalnya akan diseleksi. Setiap daerah hanya 5 desa yang akan menjadi pemenangnya. Jumlah keseluruhan bantuannya diperkirakan mencapai Rp.50 Miliar akan dibagikan ke desa-desa di 17 Kabupaten wilayah Jawa Barat. Melalui bantuan yang masuk ke desa, Gubernur Jawa Barat berharap pemerintah desa dapat berperan maksimal untuk membangun kesejahteraan warga desanya,”ungkapnya
Informasi yang dihimpun media koransinarpagijua.com pada tahun anggaran 2024, Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif Provinsi Jawa Barat terdiri dari Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota Kompetitif, Bantuan Keuangan Desa (Bandes) Kompetitif, dan Hibah Kompetitif. Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota Kompetitif memiliki 7 tema yaitu Sentra pertanian berbasis koporasi (ketahanan pangan), Kemiskinan dan infrastruktur pelayanan dasar, stunting dan ATM (Aids, TBC, dan Malaria), Transformasi digital ekonomi dan kewirausahaan, pengembangan pariwisata, pengembangan inovasi kesiapsiagaan bencana, dan pelestarian lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan.
http://www.koransinarpagijuara.com/2023/01/20/ramadhan-di-qolbun-kadisdik-jabar/
https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/














