Pewarta : Wahyu
Kota Cimahi – Seorang anak warga Cibeureum, Kecamatan Selatan, ditemukan tewas diduga tersengat arus listrik dari tiang Penerangan Jalan Gang (PJG). Kejadian ini sempat menimbulkan keresahan ditengah masyarakat yang khawatir kejadian serupa terulang akibat kerusakan fasilitas aliran listrik.
Menurut Deni, orangtua korban, saat kejadian dalam kondisi hujan. Anaknya yang baru pulang dari rumah saudara ibunya sempat menepi di area gapura yang berdekatan dengan tiang PJG, dengan sandal terlepas, tangan korban menyentuh tiang PJG yang diduga dialiri arus listrik aktif.
“Kami minta kronologis kejadian ini diluruskan. Jangan dibelokkan seolah-olah anak saya sengaja memanjat tiang. Faktanya tidak demikian,” ujarnya.
Ia mendesak Pemerintah Kota Cimahi dan dinas terkait agar tidak lalai dalam pelaksanaan pekerjaan PJG.
“Saya meminta Pemkot Cimahi, khususnya dinas terkait, melakukan pekerjaan dan pengawasan dengan serius. Jangan sampai ada korban lain akibat kelalaian yang sama,” tegasnya.
Dari pantauan dilapangan, pekerjaan PJG yang masih berjalan, ditemukan sejumlah titik yang belum mendapat penanganan pasca-insiden. Bahkan, sebuah tiang PJG tak jauh dari rumah korban terlihat memiliki box panel rusak dan terbuka, hingga memperlihatkan saklar listrik secara langsung.
Kondisi ini dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban berikutnya, baik akibat sengatan listrik maupun ulah pihak tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan dan PJU Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Iwan Ridwan, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.
Ia menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan santunan kepada keluarga korban. “Saya sudah menyerahkan bantuan dari pengusaha sebesar Rp.10 juta, ditambah Rp.30 juta dari dana asuransi,” kata Iwan.
Menurut Iwan, proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan dan belum dilakukan serah terima.
“PJG tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak pengusaha,” pungkasnya.













