Peristiwa

Jembatan Besi Ketapang 2 Rusak Sepekan, Mobilitas Warga Terganggu

adminsigiku.com
×

Jembatan Besi Ketapang 2 Rusak Sepekan, Mobilitas Warga Terganggu

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Heri Kusnadi

Kab. Ogan Ilir — Sudah hampir satu pekan, jembatan plat besi di Desa Ketapang 2, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Hingga kini, belum terlihat adanya upaya perbaikan dari pihak terkait.

Jembatan yang menghubungkan Desa Ketapang 2 dengan Desa Tanjung Harapan tersebut dilaporkan jebol pada Rabu, 7 Januari 2026. Kerusakan terjadi diduga akibat jembatan tidak mampu menahan beban berat saat dilintasi truk bermuatan kelapa sawit.

Akibat kerusakan itu, aktivitas dan mobilitas warga setempat menjadi terganggu, terutama bagi pengguna kendaraan roda empat. Warga hanya dapat melintas menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda tiga.

“Kalau motor atau bentor masih bisa lewat, tapi mobil sama sekali tidak bisa. Padahal ini jalan alternatif dari Tanjung Raja menuju Palembang, yang merupakan jalan provinsi,” ujar salah seorang warga setempat, Rabu (14/1/2026).

Warga juga mengeluhkan belum adanya tanda-tanda perbaikan sejak kejadian tersebut. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan agar akses transportasi kembali normal.

“Kami berharap pihak terkait segera memperbaiki jembatan ini karena sangat dibutuhkan masyarakat dan merupakan jalan alternatif Provinsi Sumatera Selatan,” katanya.

Sementara itu, pihak UPTD Jalan dan Jembatan Kabupaten Ogan Ilir dan OKI, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan, menyatakan bahwa kerusakan jembatan tersebut telah dilaporkan ke pemerintah provinsi.

“Kerusakan jembatan plat besi di Desa Ketapang 2 sudah kami laporkan ke Provinsi Sumatera Selatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera diperbaiki,” ujar salah satu staf UPTD saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, jembatan plat besi tersebut memiliki kapasitas beban maksimal lima ton. Sementara truk pengangkut kelapa sawit yang melintas diduga membawa muatan hampir sepuluh ton.

“Jembatan tidak kuat menahan beban yang melebihi tonase. Kami juga berharap ke depan masyarakat dapat mengingatkan kendaraan bertonase tinggi agar tidak melintas di atas jembatan tersebut,” pungkasnya.