Pewarta : A Y Saputra.
Kabupaten Ciamis – Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, didampingi Camat Cisaga, Osep Hernandi, Kemenag Ciamis, Kepala Desa Bangunharja Carikin, Danramil Cisaga, Anggot Polsek Cisaga Resmikan pembangunan MTs Negeri 16 Ciamis, Kamis (18/06/2026).
Dalam sambutannya Nanang Permana menegaskan bahwa pembangunan MTs Negeri 16 tersebut merupakan proyek strategis dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama, bukan menggunakan anggaran atau inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Ciamis.
“Yang perlu saya jelaskan bahwa ini bukan proyeknya MTs Negeri, melainkan proyeknya Pemerintah Pusat. Kemenag memang memiliki anggaran tersendiri. Pelaksanaannya pun tender dilakukan melalui PUPR tingkat Provinsi, bukan di lingkup Kemenag maupun Pemkab setempat. Kepala Kemenag di sini hanya menerima kunci serah terima,” ujar Nanang.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak memberikan cap negatif kepada pihak pemenang atau pemerintah daerah jika di kemudian hari terdapat kendala atau kondisi bangunan yang kurang memuaskan.
“Saya mencoba klarifikasi ini agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kalau sekian tahun kemudian sekolah ini kurang bagus, bapak ibu sekalian jangan menstempel negatif terhadap Kemenag kabupaten Ciamis. Karena memang pelaksana dan pendanaannya dari pusat,” tegasnya.
Saat ini Pemerintah Pusat Perhatikan Wilayah Perbatasan
Nanang menambahkan, pembangunan fasilitas pendidikan yang layak ini menunjukkan perhatian besar Pemerintah Pusat terhadap wilayah yang berbatasan dengan Jawa Tengah.
“Sekolah sudah bagus, pemerintah begitu memperhatikan wilayah yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Oleh karena itu, bukan hanya kepala sekolah dan guru yang harus memelihara, saya mohon seluruh masyarakat juga ikut serta berpartisipasi menjaga aset ini agar benar-benar bermanfaat untuk anak-anak kita,” pintanya.
Tindaklanjuti Anak Putus Sekolah
Di sisi lain, Politisi ini juga menyoroti pentingnya data pendidikan di tingkat dasar. Ia meminta Camat, Kepala Desa, dan para guru untuk menelusuri data anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan.
Berdasarkan data yang diterimanya, MTs Negeri 16 Ciamis, meluluskan 25 siswa
“Saya minta tolong kepada Kepala Desa ada catatannya. Dari 3 SD yang ada di desa Bangunharja ini, berapa yang lulus, berapa yang ke SMP, berapa yang ke MTs dan berapa yang tidak sekolah ? Saya minta anak yang tidak sekolah Ini harus ditelusuri alasannya kenapa,” tegas Nanang.
Ia menegaskan bahwa mendidik warga negara adalah kewajiban negara, sehingga setiap anak harus mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa ada yang tertinggal.
Kepala desa Bangunharja Carikin saat diwawancarai mengatakan dengan di Bagunan ruangan kelas baru MTs 16 Negeri Ciamis ini bisa meningkatkan kwalitas pendidikan di Madrasah dan secara Kuantitas siswa di MTs 16 Negeri ini bisa bertambah.
“Karena jumlah calon siswa yang berada di desa Bangunharja ini cukup sedikit.kami berharap calon siswa dari luar kabupaten seperti kota Banjar dan luar Provinsi atau dari Jawa Tengah bisa masuk dan sekolah di MTs Negeri 16 Ciamis ini” Harapnya.
Lebih lanjut Carikin mengatakan kedepanya MTs Negeri 16 ini akan menambah pelajaran seni, Olahraga sehingga ajarkanlah apa yang bisa meramaikan dunia ini untuk maslahat dunia dan akhirat.

