Krisis Air Bersih Meluas di Sukabumi, Hampir 3.000 KK di Sasagaran Mulai Terdampak

0
16

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Sedikitnya 594 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Kebonpedes dan Nyalindung telah terdampak akibat mengeringnya sumber mata air yang selama ini menjadi andalan masyarakat.

Wilayah dengan dampak terparah berada di Dusun Sasagaran, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes. Sebanyak 416 KK di wilayah tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan diperkirakan akan terus meluas. Berdasarkan pendataan pemerintah desa, hampir 3.000 KK yang tersebar di 3 (tiga) kedusunan mulai merasakan dampak berkurangnya pasokan air bersih.

Menurut Deni, salah satu penyebab utama krisis air bersih adalah rusaknya bendungan irigasi yang selama ini menjadi daerah resapan air bagi sumur – sumur warga. Bendungan tersebut mengalami kerusakan akibat bencana alam pada tahun 2025 lalu dan hingga kini belum mendapat perbaikan.

“Dari data di desa, hampir 3.000 KK di Sasagaran sudah mulai kesulitan air bersih. Hal ini diperparah karena kondisi bendungan irigasi yang menjadi daerah resapan air mengering akibat kerusakan bencana alam tahun lalu dan belum diperbaiki,” ujar Deni, Jum’at (17/7/2026).

Selain mengancam kebutuhan dasar masyarakat, kerusakan bendungan juga berdampak serius terhadap sektor pertanian. Sedikitnya 40 hektare lahan persawahan mengalami kekeringan akibat terhentinya pasokan air irigasi, sehingga meningkatkan risiko gagal panen apabila kondisi tersebut terus berlanjut.

Pemerintah desa berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, baik melalui penyaluran bantuan air bersih maupun percepatan rehabilitasi bendungan irigasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan fungsi resapan air sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.