Pewarta : Abd. Haris
Tanjung Redeb – Jembatan Sei Sumbang di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat pesisir.
Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan kayu yang sebelumnya digunakan warga namun dinilai kurang kokoh dan berisiko, terutama saat terjadi banjir.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau sekaligus Pengelola Proyek Kegiatan, Beny Sepriady Pandjaitan, mengatakan keberadaan jembatan baru turut memangkas waktu dan biaya perjalanan masyarakat.
Sebelum jembatan baru tersedia, warga harus menempuh perjalanan memutar hingga puluhan kilometer atau menggunakan perahu untuk menuju wilayah di seberang. Kondisi cuaca buruk juga kerap menghambat aktivitas warga.
“Dengan adanya jembatan ini, perjalanan yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini dapat ditempuh dalam hitungan menit,” kata Beny.
Menurutnya, keberadaan akses baru tersebut juga memudahkan distribusi hasil laut dan hasil kebun masyarakat menuju Tanjung Redeb maupun daerah lainnya. Biaya transportasi menjadi lebih rendah sehingga hasil produksi warga dapat dipasarkan dalam kondisi lebih segar.
Selain berfungsi sebagai akses transportasi, jembatan tersebut memiliki desain yang terinspirasi dari hewan kelomang yang ditemukan di kawasan tersebut.
“Desain jembatan ini muncul setelah saya menemukan hewan kelomang di kawasan ini. Dari penemuan itulah ide itu datang, lalu kami kembangkan menjadi bentuk jembatan yang menyerupai kelomang sebagai identitas sekaligus kebanggaan masyarakat pesisir Biduk-Biduk,” ujar Beny.
Terkait laporan adanya retakan pada bagian jembatan, Beny memastikan kondisi tersebut bukan terjadi pada struktur utama jembatan.
“Retakan yang terlihat itu sama sekali tidak berhubungan dengan struktur badan jembatan. Hal itu hanya terjadi pada bagian timbunan tanah di sisi sambungan, bukan pada kerangka utama jembatan,” katanya.
Beny menegaskan struktur jembatan telah dibangun sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.
“Masyarakat tidak perlu merasa khawatir, karena jembatan ini memiliki kapasitas struktur yang sangat maksimal dan kekuatannya telah dibangun sepenuhnya sesuai dengan standar spesifikasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Dinas PUPR Berau, lanjut Beny, juga akan berkoordinasi dengan kontraktor untuk melakukan pemeliharaan dan menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat terkait kondisi jembatan.
“Apapun bentuknya, kami selaku pemerintah di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum tetap bekerja sama dengan pihak kontraktor untuk senantiasa merawat serta menindaklanjuti segala hal yang dikeluhkan oleh masyarakat,” katanya.
Dengan keberadaan jembatan tersebut, masyarakat berharap akses transportasi di kawasan pesisir Biduk-Biduk semakin lancar dan turut membuka peluang pengembangan ekonomi serta pariwisata di wilayah tersebut.













