Ragam

Disinyalir Bau Markup Kian Menyengat Pada Anggaran Pemeliharaan Jalan Rutin Ditubuh DPUPR Kab.Bogor

adminsigiku.com
×

Disinyalir Bau Markup Kian Menyengat Pada Anggaran Pemeliharaan Jalan Rutin Ditubuh DPUPR Kab.Bogor

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Frans_ ganyang

Koran SINAR PAGI, Kab.. Bogor,-
Dugaan penyimpangan seputar anggaran pemeliharaan jalan ( rutin ) ditubuh DPUPR kabupaten bogor kian mencuat, disinyalir mata anggaran selain sangat rentan akan penyimpangan anggaran di maksud terkesan di jadikan ajang bancakan bagi oknum yang dalam perakteknya terstruktur, sistematis dan masiv

Adapun alokasi anggaran pemeliharaan jalan tersebar di sepuluh titik bagi masing – masing wilayah, dari sepuluh titik tersebut pihak UPT / WIL sekaligus menjadi pelaksana dilapangan guna merealisasikan mata anggaran yang di petakan per ruwas.

Berdasarkan dari hasil pantauan kami KSP dilapangan, banyak temuan yang diduga kuat mengarah pada penyimpangan dengan berjalanya kegiatan tersebut dalam pelaksanaanya terkesan asal – asalan dan dipaksakan Sehingga jauh dari azas manfaat tentunya tidak mengherankan apabila usianya baru seumur jagung kembali menganga dan mengancam keselamatan bagi masyarakat pengguna jalan.

.Meskipun sudah sering kali kami ingatkan kepada pihak pelaksana / UPT WIL pada umumnya, akan tetapi hal ini masih saja terjadi dan terus terulang bak tidak ada epek jera meskipun sering kami publis diberbagai media kian membandel tanpa ada epek jera dan konon tidak tersentuh hukum.

Ada apa dengan DPUPR kab. bogor?
mengapa terkesan tidak ada worning ataupun meminimalisir penyimpangan terhadap anggaran jalan pada umunya, sementara dari sisi anggaran tidak ada alasan bagi pelaksana untuk tidak menjadikan kegiatan pemeliharaan jalan rutin menjadi skala prioritas baik menjaga mutu maupun kualitas pekerjaan sehingga milliyaran uang rakyat tidak terbuang begitu saja alias menguap dan berbau ” MARK UP ” selain mengancam keselamatan jiwa bagi pengguna jalan di musim penghujan pada penghujung tahun jelang nataru.

kesan negatif nampaknya memang sudah melekat dan erat pada DPUPR seputar kegiatan pemeliharaan jalan rutin yang melibatkan pihak UPT wilayah selaku pelaksan lapangan salah satunya yang terjadi di upt wil cileungsi ” ZLK ” berdasarkan hasil pantauan di lapangan banyak di temukan kubangan kebo pada titik – titik ataupun ruas terntu bekas sentuhan sebelumnya.

Bagaimana tidak, terkadang ratusan juta anggaran yang dihamburkan untuk mengcover titik kegiatan ( per ruas ) ternyata banyak ditemukan yang terindikasi tidak sesuai dengan realisasi di lapangan dalam penyerapan anggaran.

Lantas apakah adanya hal ini mau kita biarkan terus terjadi yang mana jelas – jelas hanya pemborosan, alangkah baiknya apabila pihak terkait dapat menghemat dari sisi angharan demi hasil yang signifikan dan dapat dialihkan terhadap program yang pro rakyat menjadi skala prioritas dibumi tegar beriman.

Jangan sampai, anggaran pemeliharaan jalan hanya dijadikan ajang cari untung bagi korporasi demi terpenuhnya hasrat untuk menggerogoti uang negara berbalut pemeliharaan jalan yang dalam prakteknya secara terselubung, terorganisir, sistematis dan masif. tegasnya.ⁿ.