Radya Anom Karaton Sumedang Larang : Ngarot, Tradisi Yang Harus Tetap Dilestarikan

0

Pewarta: Steven Gervan

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Ngarot adalah salah satu upacara adat Sunda menyambut musim garapan sawah yang dilaksanakan masyarakat Desa Karedok, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, acara ini berlangsung selama dua hari terhitung sejak tanggal 23 – 24 Desember 2023.

Pada saat dilokasi, Radya Anom Karaton Sumedang Larang (KSL), Rd. Luky Djohari Soemawilaga mengatakan, acara yang dilaksanakan hari ini di Desa Karedok adalah salah satu rangkaian dari acara ngarot yaitu ngagogo. Ini adalah sebuah tradisi yang harus tetap dilestarikan. Sabtu (23/12/2023)

“Terdapat makna didalam acara ngagogo ini, yang mana ngagogo adalah sebuah simbol kebersamaan atau keguyuban. Tidak hanya itu saja, makna dari ngagogo ini juga adalah wujud bentuk syukur atau terimakasih masyarakat terhadap hasil bumi yang melimpah dan melambangkan sebuah keberkahan,” pungkasnya

Melihat tradisi yang masih dijaga oleh Masyarakat Desa Karedok, Radya Anom Karaton Sumedang Larang sangat mendukung dengan kegiatan – kegiatan yang diadakan.

Sambung Radya Anom KSL, YM Rd Luky Djohari Soemawilaga menambahkan, tradisi ini adalah tradisi yang sangat baik dan harus berkelanjutan, yang mana sudah di contoh kan oleh Pangeran Sumedang terdahulu yaitu Pangeran Adipati Aria Soeria Atmadja atau Pangeran Mekkah.

Tradisi Ngarot dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan karena telah diberi kesempatan pada musim menanam padi di sawah, dalam rangkaian ngarot terdapat acara ngagogo yaitu menangkap ikan didalam air tanpa menggunakan alat.

Selain itu, Waluyo sebagai Kepala Desa Karedok memaparkan, ini adalah salah satu kegiatan yang selalu dilakukan dari jaman dahulu yang dilakukan oleh Raja-raja Sumedang, dan di Desa Karedok ini baru dilakukan kembali sejak dua tahun yang lalu, sekaligus mengapresiasikan rasa syukur masyarakat Desa Karedok kepada sang Pencipta.

Tujuan utama ngarot adalah mengajak para kaum muda untuk berperan dan bekerja sama dalam memajukan pertanian, khususnya dalam hal mengolah padi di sawah.

“Tidak hanya itu, saya mewakili masyarakat Desa Karedok mengucapkan terimakasih banyak atas kehadiran dari pihak Karaton Sumedang Larang yang telah meluangkan waktunya untuk membuka acara ngagogo ini, dengan harapan kedepannya acara ini bisa terus dilakukan setiap tahun nya lalu masyarakat Desa Karedok bisa terus menjaga warisan dari leluhur kita semua,” ucap Waluyo

Antusiasme masyarakat Desa Karedok dalam acara ngagogo atau menangkap ikan yang disebar sebanyak seratus kilogram ini memenuhi area aliran perairan Sawah Lega.

Sambung dilokasi, Ketua Lembaga Adat Desa, Ujang Ruhiyat melanjutkan, agenda kali ini adalah salah satu kegiatan mengulang sejarah yang telah dilakukan oleh para Raja-raja Sumedang terdahulu, semoga masyarakat Desa Karedok bisa menjaga budaya ini, kemudian tradisi ngarot ini bisa lebih dikenal kembali diluar Desa Karedok maupun luar Kabupaten Sumedang.

“Acara ngagogo kali ini sangat luar biasa, yang mana dapat dihadiri langsung oleh Radya Anom KSL dan turun ikut menangkap ikan didalam air tanpa menggunakan alat seperti yang dilakukan oleh Pangeran Mekkah atau Pangeran Adipati Aria Soeria Atmadja dahulu,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara, Radya Anom KSL, YM Rd Luky Djohari Soemawilaga, Wakil Ketua Pimpinan DPRD, Ilmawan Muhamad, Forkopimdes, Lembaga Adat Desa, Masyarakat Desa Karedok.****