Pewarta : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Musibah Kebakaran Ruangan Kantor Pelayanan Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, yang terjadi pada Senin (15/01/2024) malam sekira pukul 20.00 WIB, betulkah murni kejadian musibah atau diduga ada sabotase ?
Dari pantauan Koran Sinar Pagi, Selasa (16/01/2023) pagi di lokasi kejadian, tampak ruangan khusus pelayanan di kantor Kelurahan Cibunigeulis sebagian hangus terbakar, seperti dua unit komputer, satu unit printer dan CPU, meja dan kursi front office, lemari serta sebagian berkas berkas dan Televisi informasi 42 inch serta beberapa piala yang berjejer diatas lemari pun tak luput ikut terbakar.
Bau menyengat akibat bekas kebakaran pun masih sangat tercium didalam hingga luar ruangan pelayanan.
Camat Bungursari Sodik Sunandi menjelaskan, kebakaran yang menghanguskan ruangan pelayanan kantor kelurahan Cibunigeulis ini berlangsung sangat cepat. Dan kebakaran ini diduga dari stop kontak lama yang sudah tidak terpakai disamping meja front office komputer pelayanan.
Hal ini dibenarkan oleh Kasie Tantrib Kelurahan Cibunigeulis Agus Koeswana yang mengatakan kebakaran tersebut terjadi disaat kantor sudah tutup, dan kebetulan pegawai yang biasa piket sedang keluar keluarganya yang sedang sakit di rumah sakit.
“Dari keterangan saksi mata, kebakaran tersebut bermula dari percikan api yang berasal dari stop kontak lama yang sudah tidak terpakai, dan stop kontak yang baru yang sudah biasa dipakai kondisinya masih utuh. Padahal saat sebelum terjadi kebakaran seluruh aliran listrik yang menuju ke perangkat komputer sudah dicabut jadi kondisinya sedang off,” terang Agus.
Kebakaran yang melanda ruangan khusus pelayanan Kantor Kelurahan Cibunigeulis sempat ditinjau beberapa pejabat Kota Tasikmalaya diantaranya Asda I Reza Setiawan dan disusul Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H.Aslim,SH,.
Bahkan tim dari Bidang Tata Bangunan Dinas PUTR dan Bagian Aset Kota Tasikmalaya sempat terjun langsung untuk mengetahui kerusakan bangunan serta kerugian yang diderita akibat musibah kebakaran tersebut. Menurut bagian Asset ditaksir untuk kerugian interior diperkirakan mencapai diatas Rp 50 juta belum termasuk kerugian akibat bangunan ruangan yang terbakar.
Sementara itu, kepada Koran Sinar Pagi, Ketua DPRD H.Aslim mengatakan jika kebakaran yang terjadi ini merupakan suatu Musibah yang tidak terduga. Bahkan Aslim enggan berkomentar banyak jika kebakaran yang terjadi terdapat unsur Sabotase.
“Sampai saat ini menurut informasi yang kami peroleh dari PLH Lurah dan staf pegawai kantor kelurahan, kejadian ini belum ditemukan adanya unsur Sabotase, dan ini rasanya hanya musibah saja,” kata Aslim.
Bahkan dirinya telah menghubungi Sekda Kota Tasikmalaya untuk segera memberikan solusi agar pelayanan masyarakat di kantor kelurahan Cibunigeulis tetap berjalan, apalagi sejumlah alat perangkat komputer berikut CPU ikut terbakar.
“Pa Sekda sudah saya telepon, untuk segera dan secepat mungkin mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat di Cibunigeulis untuk tetap berjalan normal, apalagi sebentar lagi akan Pemilu, tentunya banyak data data yang tersimpan dalam perangkat komputer yang terbakar dikhawatirkan hilang,” ucap Aslim.
Terpisah, salah satu petugas pengawas PLN yang berhasil ditemui Koran Sinar Pagi menjelaskan, jika dirinya telah melihat lokasi kejadian.
Menurutnya, jika percikan api terjadi disalah satu stop kontak lama yang sudah terpakai, tentunya korsleting kemungkinan kecil terjadi, karena saat kejadian tidak ada beban panel stop kontak yang di colokan ke stop kontak lama yang katanya diduga awal sumber percikan api dari sini.
“Biasanya kalo terjadi korsleting melalui stop kontak, selalu ada beban panel kabel yang di colokan. Ini kan posisi stop kontak tidak ada beban yang dicolokan, sementara stop kontak yang masih baru masih terlihat utuh, kecuali di tengah stop kontak biasanya ada mur yang loncer kemudian terjadi gesekan akibat tersentuh oleh benda bergerak, barulah akan terjadi kosleting pada stop kontak yang lama sudah tidak terpakai tadi,” terang petugas pengawas PLN ini yang minta jati dirinya tidak disebutkan kepada wartawan.
Seharusnya permasalahan ini bisa terungkap jelas jika melibatkan tim forensik dari Polresta Tasikmalaya untuk mengungkap asal muasal awal terjadinya kebakaran.
Namun sayangnya, pantauan wartawan dilokasi saat dan sesudah kejadian tidak tampak garis police line yang biasanya selalu terlihat disaat musibah kebakaran telah terjadi. Apakah ini musibah karena murni korsleting atau ada dugaan upaya sabotase ? Kita tunggu saja hasil pemeriksaan olah TKP jika diperlukan oleh pihak Kelurahan Cibunigeulis dan Pemerintah Kota Tasikmalaya.













