Pewarta : Frans Ganyang
Koran SINAR PAGI, Kab. Bogor,- Menindak lanjuti berita kami www. koransinarpagijuara.com sebelumnya seputar adanya carut – marut di tubuh sman 1 citeureup terkait alokasi dan pengelolaan dana bosp yang terindikasi mark up dan patut di duga kuat ada beberapa mata anggaran yang di cover oleh dana tersebut disinyalir piktif.
Masih dengan narasumber kami sebelumnya yang dapat kami pertanggung jawabkan menegaskan kepada awak media, selain terdapat beberapa mata anggaran yang diduga teridikasi mark up juga di temukan faktanya ada indikasi piktif tanpa à danya realisasi dan hanya tercantum pada SPJ demi melengkapi RAKS semata.
Anehnya, meskipun sudah kami publis sebelumnya pihak SMAN 1 Citeureup dan KCD yang memiliki kewenangan dalam pengawasan secara internal memilih bungkam, ada apa?
Apakah memang pihak KCD turut serta mengamini segala tindak – tanduk dan kebijakan kepsek SMAN 1 Citeureup akhir – akhir ini, di mana peranserta mereka dalam pengawasan selama ini. Mengapa mereka seakan – akan tidak netral dan menjalankan tupoksi dengan baik. Mungkinkah mereka sudah larut dalam pusaran tersebut sehingga netralitas merekapun sangat di ragukan seolah – olah sudah tergadaikan dan turut mengamini berbagai kebijakan kepala sekolah beserta bendahara. Diharapkan peran serta pihak terkait agar segera menindak lanjuti, sehingga kedepan pengelolaan dana BOSP di tubuh SMAN 1 Citeureup lebih transparan dan jangan hanya mengikuti kemauan Kepsek dan Bendahara sekolah dengan “stiyle kaca mata kuda”.
