Pewarta : Agus Lukman
Kabupaten Garut – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mencatat sebanyak 112 kasus campak dan rubela ditemukan sejak Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 110 kasus merupakan campak dan dua kasus lainnya rubela, dengan wilayah Garut selatan menjadi daerah penyebaran tertinggi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Garut, Asep Surahman, mengatakan seluruh kasus telah dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium dan seluruh pasien kini dinyatakan sembuh.
“Seluruh pasien dirawat di puskesmas dan rumah sakit, semuanya sudah dinyatakan sembuh,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Kasus terbanyak ditemukan di wilayah selatan, seperti Kecamatan Pameungpeuk, Cisompet, Cibalong, dan Cikelet. Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia 1 hingga 5 tahun, meski kini mulai ditemukan kasus pada usia dewasa 15–40 tahun.
Menurut Asep, meningkatnya kasus diduga dipengaruhi status imunisasi yang tidak lengkap serta tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran. Ia juga menyebut sekitar 65 persen kasus dialami anak laki-laki karena lebih banyak beraktivitas di luar rumah.
Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terus menggencarkan imunisasi massal guna menekan penyebaran campak dan rubela di berbagai wilayah.













