Siswanto Soroti Situ Citayam : Bersih Sementara Tak Cukup, Butuh Penataan dan Komitmen Serius

0
341

Pewarta : Anis.

Kota Depok – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok Siswanto menyoroti serius kondisi Situ Citayam.
Menurutnya, persoalan penataan kawasan perairan ini belum tuntas meski pembersihan sampah sudah dilakukan Pemkot.
Apresiasi ia sampaikan untuk langkah cepat pengangkutan sampah. Siswanto mengingatkan, aksi bersih – bersih saja tidak akan menyelesaikan masalah kalau akar persoalannya tidak disentuh.

“Tapi percuma kalau warga masih menjadikan situ sebagai tempat buang sampah. Harus ada solusi tepat agar pembuangan liar berhenti dan kualitas air tetap terjaga,” tegas politisi PKB itu.

Rumah Siswanto yang tak jauh dari Situ Citayam membuatnya sering melihat langsung kondisi di lapangan. Ia menilai sampah di situ bukan sekadar soal estetika. Dampaknya lebih luas, yakni menurunkan kualitas air, mengganggu fungsi resapan, hingga merusak ekosistem.

Karena kewenangan pengelolaan Situ ada di Pemprov Jabar, Siswanto meminta Pemkot Depok dan Pemprov bersinergi lebih kuat. Koordinasi yang solid jadi kunci agar program normalisasi dan penataan kawasan bisa cepat jalan.

“Penanganannya harus dua arah , pencegahan sekaligus penataan kawasan yang lebih baik. Jangan hanya menunggu situ kotor baru dibersihkan,” ujarnya.

Siswanto mendorong Situ Citayam ditata jadi ruang publik yang bermanfaat. Salah satunya dengan membangun jalur pejalan kaki atau jogging track di sekeliling situ.

“Kalau Situ ramai dipakai warga olahraga setiap hari, orang jadi segan buang sampah sembarangan. Ada pengawasan sosial alami dari masyarakat. Itu lebih efektif daripada spanduk larangan saja,” jelasnya.

Menurutnya, dengan penataan serius dan normalisasi menyeluruh, Situ Citayam punya potensi besar. Bisa jadi ruang rekreasi warga yang nyaman sekaligus kawasan konservasi air yang menjaga ketersediaan air di Depok.

“Kritik ini bentuk kepedulian saya. Situ Citayam jangan hanya bersih sesaat. Kita tata berkelanjutan, biar manfaatnya dirasakan generasi berikutnya,” pungkas Siswanto.