Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Penyelidikan Terus Berlanjut

0
26

Pewarta : Red

Jakarta — Kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026). Saat ini, aparat masih memburu pelaku sekaligus mendalami motif di balik aksi teror tersebut.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan ancaman dikirim melalui aplikasi perpesanan WhatsApp kepada guru dan staf tata usaha sekolah. Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga pelaku berhasil diamankan.

“Dari identitasnya kita sudah kantongi. Jadi kita sudah melakukan pencarian dan semuanya tentu akan kami tindak lanjuti terhadap yang diduga sebagai pelaku peneror tersebut,” kata Nurma Dewi di Jakarta, Senin (13/7).

Dalam pesan yang diterima pihak sekolah, pelaku mengklaim telah memasang bom di 11 titik sekolah dasar. Menyikapi ancaman tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan langkah pengamanan.

Teror terjadi bertepatan dengan hari pertama kegiatan belajar mengajar usai libur panjang sekaligus dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sehingga memicu kewaspadaan tinggi dari aparat keamanan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bersama Tim Inafis, Unit Gegana, Dinas Pemadam Kebakaran, unsur kecamatan dan kelurahan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan sterilisasi dan memastikan keamanan lingkungan sekolah.

“Semua unsur bergerak. Inafis, Damkar, camat, lurah, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pendidikan datang ke sekolah untuk memastikan kondisi aman bagi anak-anak maupun orang tua,” ujar Nurma.

Hingga proses penyisiran berlangsung, polisi belum menemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak di lingkungan sekolah. Meski demikian, Tim Gegana masih melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan situasi benar-benar aman.

“Untuk sementara ini belum ada temuan. Namun demikian, Gegana masih bekerja. Kita tunggu hasil selanjutnya. Mudah-mudahan tidak ada hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang guru SDN Srengseng Sawah 15, Subekhi, mengatakan ancaman bom diterima ketika seluruh warga sekolah tengah mengikuti upacara bendera.

Meski situasi sempat menimbulkan kepanikan, pihak sekolah berupaya menjaga kondisi tetap kondusif sambil berkoordinasi dengan ketua RT dan kepolisian.

Demi keselamatan seluruh warga sekolah, polisi kemudian mengamankan lokasi dan mengatur proses pemulangan para peserta didik secara bertahap.

“Setelah anak-anak dipulangkan dan para guru keluar dari area sekolah, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian,” ujar Subekhi.

Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Kepolisian memastikan setiap ancaman terhadap fasilitas pendidikan akan ditangani secara serius demi menjamin keamanan peserta didik, tenaga pendidik, dan masyarakat.